Saumlaki — Musyawarah Daerah (Musda) Nasional Partai Amanat Nasional (PAN) bukan sekadar agenda internal organisasi.

Forum strategis yang dihadiri ribuan kader dari seluruh penjuru Indonesia itu menjadi penanda arah politik PAN menuju 2029, sekaligus penegasan soliditas koalisi dan penguatan disiplin kader hingga ke daerah.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dalam pidatonya menekankan bahwa PAN tidak boleh kehilangan jati diri meski berada dalam koalisi politik.

Ia mengingatkan seluruh kader agar partai tetap menjadi kekuatan yang memberi nilai tambah, bukan sekadar pelengkap kekuasaan.

“Kita tidak akan menjadi bayangan koalisi. PAN harus hadir sebagai kekuatan yang jelas arah, disiplin, dan mampu memperjuangkan keadilan sosial bagi rakyat,” ujar Zulkifli Hasan di hadapan peserta Musda Nasional.

Menurut dia, soliditas koalisi harus berjalan seiring dengan penguatan ideologi dan kerja nyata kader di tengah masyarakat. Disiplin organisasi, kata Zulkifli, menjadi fondasi utama agar PAN tetap relevan dan dipercaya publik.

Pesan tersebut bergema hingga ke daerah, termasuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Ketua DPD PAN Kepulauan Tanimbar sekaligus anggota DPRD setempat, Erens Fenanlampir, menilai arahan Ketua Umum PAN sangat kontekstual dengan kebutuhan kader di wilayah kepulauan.

“Seolah-olah Pak Zul memahami betul kondisi kami di daerah. Soliditas koalisi harus diisi dengan kerja nyata, bukan hanya retorika,” kata Erens saat dihubungi dari Saumlaki, Minggu (21/12/2025).

Ia menjelaskan, Musda PAN Kepulauan Tanimbar yang dijadwalkan berlangsung bulan depan akan menerjemahkan arahan pusat ke dalam program konkret. Fokus utama diarahkan pada pemilihan kepemimpinan yang memiliki komitmen turun ke lapangan serta penguatan kaderisasi generasi muda, terutama di wilayah terpencil seperti Selaru dan Wermaktian.

“Kami ingin pemimpin partai di daerah bukan hanya pandai berbicara, tetapi mau bekerja dan hadir bersama masyarakat,” ujarnya.

Selain konsolidasi internal, PAN Kepulauan Tanimbar juga menyiapkan agenda pengawasan kebijakan daerah dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Erens menyebutkan, pengawasan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) pascatemuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2024 menjadi salah satu prioritas.

Di sektor ekonomi, PAN mendorong pengelolaan potensi minyak kelapa dan perikanan secara lebih terorganisir, serta memperjuangkan akses layanan kesehatan dan pendidikan yang setara bagi masyarakat kepulauan.

“Kami tidak sekadar mengikuti arahan pusat, tetapi mengolahnya sesuai karakter dan kebutuhan Tanimbar. Arahan itu kami beri warna lokal,” kata Erens.

Musda Nasional PAN sendiri dihadiri ribuan kader dari seluruh Indonesia dan mengagendakan perumusan strategi politik partai hingga 2029. Ketika forum nasional itu berakhir dan para kader kembali ke daerah masing-masing, benang konsolidasi yang dijalin pimpinan pusat diharapkan berkembang menjadi anyaman kerja nyata di akar rumput.

“Kami berharap Musda PAN Kepulauan Tanimbar menjadi bukti bahwa PAN mampu menjadi jembatan antara pusat dan daerah—solid, disiplin, dan selalu berpihak pada warga,” ujar Erens.

Pertanyaan besarnya kini mengemuka: sejauh mana benang konsolidasi itu akan benar-benar menjelma menjadi perubahan nyata di seluruh Nusantara, termasuk di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. (bn/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: