Kaimana – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) dari berbagai Puskesmas di tujuh distrik serta RSUD Kaimana menggelar aksi damai di Kaimana, Papua Barat, Senin (19/5/2025).
Aksi ini merupakan bentuk protes atas ketimpangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang dinilai tidak adil dan diskriminatif.
Long march dimulai pukul 11.10 WIT dari halaman Kantor Dinas Kesehatan menuju Kantor Bupati Kaimana di Jalan Casuarina, Krooy, yang berjarak sekitar 300 meter. Massa yang terdiri dari tenaga medis dan paramedis menuntut agar besaran TPP mencerminkan beban kerja serta risiko profesi secara proporsional.
Setibanya di depan Kantor Bupati, para peserta aksi menunggu beberapa saat sebelum belasan perwakilan diizinkan masuk untuk melakukan audiensi dengan pemerintah daerah.
Mereka disambut oleh Wakil Bupati Isak Waryensi, Sekretaris Daerah Drs. Dunald R. Wakum, Kepala Bidang Keuangan, perwakilan Bagian Ortal Setda, Kepala Dinas Kesehatan, serta Direktur RSUD Kaimana.
Dalam pertemuan itu, perwakilan nakes menyampaikan penolakan terhadap nominal TPP yang tertuang dalam SK Bupati.
Menurut mereka, kebijakan tersebut menciptakan kesenjangan mencolok antara tenaga medis dan paramedis, padahal semua lini memiliki tanggung jawab dan risiko kerja yang tinggi.
“Kami hanya menuntut keadilan. Jangan ada diskriminasi dalam penetapan TPP. Semua tenaga kesehatan bekerja keras demi pelayanan masyarakat,” ujar salah satu perwakilan nakes.
Aksi berlangsung tertib dan dikawal aparat keamanan. Para nakes berharap Pemda Kaimana segera merespons tuntutan tersebut secara adil dan bijaksana, agar pelayanan kesehatan di daerah tetap optimal.
Hingga berita ini diturunkan, Bupati Kaimana belum memberikan pernyataan resmi. Namun pihak pemerintah daerah menyatakan akan menindaklanjuti hasil audiensi dengan mempertimbangkan aspek teknis dan regulasi yang berlaku. (tm/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:















Tinggalkan Balasan