Sorong – Pemerintah Kota Sorong menetapkan lahan seluas 2,3 hektar di depan Moltifiter sebagai lokasi pembangunan Pasar Sentral Remu yang baru.

Penetapan ini disampaikan Wakil Wali Kota Sorong, H. Anshar Karim, A.Md, dalam rapat koordinasi revitalisasi pasar yang melibatkan akademisi, perwakilan pedagang, dan konsultan beberapa waktu lalu.

Rapat tersebut bertujuan menyusun konsep pembangunan yang menyeluruh serta menyerap aspirasi seluruh pemangku kepentingan.

“Kita telah mempersiapkan lahan yang cukup luas sehingga mampu menampung seluruh jenis pedagang – mulai dari pedagang toko tetap, pedagang kaki lima, hingga para mau punya (pemilik usaha mikro dan kecil) dalam satu lokasi terpadu dan terstruktur,” ujar Anshar Karim kepada para peserta rapat, Jumat (20/3/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan proses relokasi dan pembangunan menjadi faktor krusial bagi kemajuan ekonomi Kota Sorong.

Anshar Karim menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak agar proyek ini dapat berjalan lancar. Menurutnya, komitmen telah ditunjukkan oleh ketua asosiasi, pengelola toko, dan para pedagang kaki lima yang turut aktif dalam perencanaan.

“Jika upaya ini tidak berhasil, akan sangat sulit bagi kita untuk melanjutkan tahapan pembangunan selanjutnya,” tegasnya.

Akademisi yang hadir dalam rapat tersebut menyoroti aspek teknis dan keamanan konstruksi.

Mereka mengingatkan agar desain pasar baru mengintegrasikan standar keselamatan nasional, mulai dari sistem kelistrikan yang aman dari korsleting, jarak antarkios untuk akses evakuasi, hingga struktur bangunan yang tahan terhadap potensi bencana seperti kebakaran dan banjir.

Masukan serupa juga disampaikan para pedagang yang mengusulkan penempatan hidran secara merata serta penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap blok.

Ahmad Yani, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Remu, menyampaikan harapan koleganya agar fasilitas pendukung di pasar baru benar-benar memadai.

“Kita berharap di pasar baru terdapat fasilitas pemadam kebakaran yang memadai dan mudah dijangkau kapan saja. Selain itu, sistem drainase harus benar-benar deras dan tidak mudah tersumbat agar tidak terjadi genangan yang mengganggu aktivitas jual-beli,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Siti Aminah, pedagang makanan segar yang telah berjualan lebih dari satu dekade, menegaskan bahwa keselamatan pedagang dan konsumen adalah prioritas utama.

Sementara itu, perwakilan konsultan memastikan seluruh masukan dari berbagai pihak akan diintegrasikan ke dalam dokumen teknis dan desain akhir pembangunan. (cr-10/pr)