Fakfak – Pendeta M. Aritonang, S.Th. memimpin ibadah Minggu Adven keempat di Gereja Kristiani Injili (GKI) Jemaat Imanuel Fakfak, Jalan Ahmad Yani, Fakfak, Minggu (21/12/2025) pukul 09.00 WIT.

Ibadah tersebut diikuti oleh jemaat Kristiani setempat dengan suasana khidmat menjelang perayaan Natal.

Ibadah Minggu Adven keempat merupakan tahapan terakhir dalam masa persiapan menyambut Natal, yang dimaknai sebagai peristiwa iman tentang Imanuel Allah yang menyertai umat-Nya.

Dalam khotbahnya, Pendeta Aritonang mengajak jemaat untuk tidak hanya memaknai Natal sebagai perayaan kelahiran, tetapi sebagai momentum refleksi iman dan kesiapan rohani menyongsong kedatangan Kristus.

Mengambil bacaan Alkitab dari Markus 13:24–32, Pendeta Aritonang mengangkat tema “Tanda Kedatangan Tuhan”.

Ia menjelaskan masa Adven, meski tidak secara eksplisit disebutkan dalam Alkitab, merupakan tradisi gereja yang dibentuk para bapa gereja untuk menolong umat mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh sebelum memasuki perayaan Natal.

“Adven adalah masa persiapan iman. Gereja mengajak umat untuk tidak tergesa-gesa merayakan Natal, tetapi terlebih dahulu menata hati, hidup, dan tanggung jawab iman kita,” ujar Pendeta Aritonang di hadapan jemaat.

Ia menekankan bacaan Markus 13 berbicara tentang masa-masa sulit sebelum kedatangan Anak Manusia, di mana kasih semakin menipis dan manusia mudah saling mengkhianati.

Menurutnya, gambaran tersebut bersifat profetis dan spiritual, bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membangunkan kesadaran iman umat.

“Firman Tuhan mengingatkan kita agar tetap berjaga-jaga. Kedatangan Kristus tidak selalu seperti yang dibayangkan manusia. Ia datang dengan kuasa dan kemuliaan-Nya, tanpa kompromi dengan dosa,” katanya.

Pendeta Aritonang juga mengingatkan jemaat agar berhati-hati dalam menafsirkan tanda-tanda zaman serta tidak mudah terpengaruh oleh klaim-klaim rohani yang tidak berlandaskan Alkitab.

Ia menegaskan, setiap pengajaran dan kesaksian iman harus diuji dengan kebenaran firman Tuhan.

Lebih lanjut, ia mengajak jemaat memaknai perumpamaan tentang pohon ara sebagai tanda kesiapsiagaan rohani.

“Ketika rantingnya bertunas, kita tahu musim sudah dekat. Demikian pula, iman kita harus peka membaca kehendak Tuhan dan siap menyambut kedatangan-Nya,” ujarnya.

Pendeta Aritonang mengajak seluruh jemaat menjadikan masa Adven sebagai waktu introspeksi diri, memperbarui kasih, serta memperteguh komitmen hidup sebagai pengikut Kristus.

“Natal bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi panggilan untuk hidup dalam terang dan ketaatan kepada Tuhan,” pintanya. (st/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: