Fakfak – Persekutuan Kaum Bapak (PKB) Gereja Kristen Injili (GKI) Jemaat Imanuel Fakfak menggelar ibadah gabungan, Kamis sore (27/3/2025) pukul 17.00 WIT.
Ibadah ini dipimpin Pendeta Frangki Paksoal, S.Th, dengan tema “Menjadi Teladan dalam Ibadah”, berdasarkan firman Tuhan dari Matius 26:41.
Dalam khotbahnya, Pendeta Frangki Paksoal menekankan pentingnya kaum bapak menjadi teladan dalam ibadah. Ia mengajak para bapak untuk memiliki komitmen yang sungguh-sungguh dalam bersekutu dengan Tuhan.
Ketua Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GKI Imanuel Fakfak ini mengingatkan jemaat tentang pergumulan Yesus di Taman Getsemani. Dalam Matius 26:42, Yesus berdoa dengan penuh ketulusan kepada Bapa-Nya:
“Ya Bapa-Ku, jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!”
Yesus menunjukkan keteguhan iman dan komitmen-Nya dalam menghadapi penderitaan. Sebaliknya, para murid yang diminta-Nya untuk berjaga-jaga justru tertidur. Yesus pun menegur mereka dengan berkata: “Roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Matius 26:41)
Pendeta Frangki menekankan bahwa kaum bapak sering menghadapi tantangan dalam pekerjaan, kehidupan, dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga.
“Oleh karena itu, mereka harus tetap berjaga-jaga dan berdoa agar tidak jatuh dalam pencobaan,” ujar Pendeta Frangki Paksoal.
Sebagai kepala keluarga, kaum bapak memiliki peran penting dalam membimbing istri dan anak-anak dalam kehidupan rohani.
Jika seorang bapak malas berdoa dan beribadah, bagaimana ia bisa mengajak keluarganya untuk setia dalam ibadah?
Pendeta Frangki juga menyoroti rendahnya partisipasi kaum bapak dalam ibadah rayon dan persekutuan PKB. Dari sekitar 50 kepala keluarga, hanya 5–12 bapak yang hadir dalam ibadah. Padahal, kehadiran mereka sangat penting sebagai motivasi bagi keluarga dan jemaat lainnya.
Pendeta Frangki mengajak bapak-bapak yang hadir untuk mengundang dan mendorong bapak lainnya agar lebih aktif dalam persekutuan PKB dan ibadah rayon. Dengan demikian, mereka bisa menjadi contoh bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
“Kita bukan hanya pemimpin dalam keluarga, tetapi juga pemimpin dalam doa dan ibadah. Mari kita setia beribadah agar bisa menjadi teladan bagi istri dan anak-anak kita,” pungkasnya.
Ibadah ini diakhri dengan doa bersama (doa syafaat) untuk menguatkan komitmen kaum bapak dalam menjalankan peran mereka sebagai pemimpin rohani dalam keluarga dan jemaat. (Salmon Teriraun)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:












Tinggalkan Balasan