Fakfak — Jemaat GKI Imanuel Fakfak melaksanakan ibadah Minggu dengan khidmat pada Minggu subuh, 6 Juli 2025.
Ibadah ini dipimpin Pendeta FD. Maspaitela, S.Si., yang membawakan khotbah berdasarkan tema sentral Sinode GKI di Tanah Papua: “Memberi dengan Tulus, Membagi dengan Kasih.”
Tema tersebut diangkat dari dua bagian Alkitab, yakni Ulangan 14:22–29 dan Ulangan 26:12–15, yang menekankan pentingnya pemberian sebagai bentuk ibadah dan wujud nyata kasih kepada sesama.
Dalam khotbahnya, Pdt. Maspaitela mengajak jemaat untuk merenungkan pesan dari firman Tuhan, yaitu, Berkat Adalah Tanggung Jawab, Bukan Milik Pribadi.
“Segala yang kita miliki berasal dari Tuhan dan dipercayakan bukan semata untuk dinikmati, melainkan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Persepuluhan dan derma bukan sekadar tindakan ekonomi, melainkan ibadah yang melatih hati untuk takut akan Tuhan dan mensyukuri pemeliharaan-Nya.
“Ibadah sejati ditandai oleh kepedulian terhadap pelayan Tuhan, orang asing, anak yatim, dan janda. Gereja yang hidup adalah gereja yang peduli,” katanya.
Ketaatan dalam memberi dan berbagi mengundang kelimpahan berkat dari Tuhan, sebagaimana dijanjikan-Nya bagi umat yang berseru kepada-Nya.
“Dalam Ulangan 14:26, umat diajak untuk bersukacita bersama keluarga di hadapan Tuhan, mengajarkan nilai syukur dan kedermawanan sejak dini,” jelasnya.
Pdt. Maspaitela menegaskan bahwa di tengah dunia yang makin materialistis, umat Tuhan dipanggil untuk hidup dalam ketaatan, kasih, dan kepedulian. Ia pun mengajak jemaat untuk berefleksi, “Apakah berkat yang Tuhan beri padaku juga telah menjadi berkat bagi orang lain?”
Ia menambahkan, “Pemberian persepuluhan dan derma dari jemaat turut menjangkau dan menopang pekerjaan pelayanan hingga ke kampung-kampung di pedalaman.”
Ibadah ini menjadi momentum penguatan spiritual dan sosial bagi jemaat, untuk terus menyalurkan kasih dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.
(Reporter/Editor: Salmon Teriraun)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:















Tinggalkan Balasan