Kaimana — Pemerintah Kabupaten Kaimana melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) resmi menggelar Pekan Panutan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2025.

Kegiatan ini dibuka secara simbolis oleh Kepala Subbagian Pengolahan Data Bapenda Kaimana, M.H. Aqip Sirfefa, S.I.Kom, di halaman Gedung Pertemuan Kasuarina Kroy, Rabu (2/7/2025).

Dalam sambutannya, Aqip menekankan bahwa pajak daerah, khususnya PBB-P2, merupakan instrumen penting dalam membiayai pembangunan berkelanjutan di daerah.

Pekan Panutan ini, menurutnya, bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebuah ajakan moral agar masyarakat aktif berkontribusi dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan pentingnya kontribusi warga dalam membayar pajak. Dari sinilah pemerintah daerah dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam pembangunan dan pelayanan publik,” ujar Aqip.

Pekan Panutan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dengan menyasar empat titik strategis: halaman Gedung Pertemuan Kasuarina Kroy, Taman Kota Kaimana, Balai Desa Trikora, dan halaman rumah Kepala Desa Coa.

Bapenda juga melibatkan perangkat kampung, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai teladan.

Langkah ini menjadi simbol bahwa kesadaran pajak mesti dimulai dari para pemimpin dan ditularkan ke seluruh lapisan masyarakat.

Aqip mengakui bahwa tingkat partisipasi warga dalam membayar PBB di Kaimana masih perlu ditingkatkan.

Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penerimaan pajak, tetapi juga edukasi publik untuk meningkatkan pemahaman bahwa pajak adalah investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.

“Dengan meningkatnya PAD, pemerintah daerah tidak harus selalu bergantung pada dana dari pusat. Kita bisa lebih mandiri dalam membangun infrastruktur, sektor pendidikan, layanan kesehatan, hingga pengembangan ekonomi lokal,” tegasnya.

Bapenda Kaimana berharap Pekan Panutan ini menjadi awal terbentuknya budaya sadar pajak di tengah masyarakat, yang berkelanjutan dan tidak hanya berlangsung dalam momen-momen tertentu.

(Reporter: Windes)
(Editor: Salmon Teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: