Fakfak – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memandang perlunya penguatan infrastruktur pariwisata, khususnya akomodasi dan promosi digital, agar Fakfak menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Hal tersebut disampaikan Kepala PT Pelni Cabang Fakfak, Agus Zuldi Hermawan, dalam Workshop Fasilitasi Penyelenggaraan Koordinasi Pariwisata Kabupaten Fakfak yang digelar di Fajar Resto Outdoor, Hotel Grand Papua Fakfak, Selasa (9/9/2025).
Menurut Agus, selama ini kapal-kapal wisata, termasuk kapal pesiar (cruise), sudah masuk ke wilayah Fakfak. Namun, kunjungan wisatawan masih bersifat singkat.
“Rata-rata mereka datang hanya untuk menikmati keindahan alam sebentar, lalu melanjutkan perjalanan. Belum ada daya tarik yang membuat mereka bermalam di Fakfak,” jelasnya.
Agus menilai, tren wisatawan mancanegara yang berlayar dari Bali atau Lombok ke Papua membutuhkan konsep wisata yang lebih menarik agar mereka mau singgah lebih lama.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah menghadirkan penginapan dengan nuansa alami serta konsep yang mengangkat kearifan lokal.
“Mereka sangat menyukai suasana yang natural dan pengalaman budaya yang otentik. Hal-hal sederhana seperti rumah bambu yang tradisional, bukan bangunan beton, justru memberi kesan eksotis bagi mereka,” ujarnya.
Selain penginapan, Agus juga menekankan pentingnya media promosi digital. “Sekarang era digital, semua serba cepat viral. Jadi, Fakfak perlu memperkuat promosi melalui media agar tidak hanya wisatawan asing, tapi juga wisatawan domestik tertarik datang,” katanya.
Ia mencontohkan pengalamannya di Sumbawa, di mana wisatawan asing sangat antusias hanya untuk melihat atraksi sederhana seperti jalur pacuan kerbau.
“Bagi mereka, pengalaman unik yang tidak ada di negara asal adalah daya tarik utama. Fakfak punya potensi itu melalui alamnya yang masih alami dan budaya yang kaya,” tambah Agus.
Agus berharap ke depan ada kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pihak terkait untuk menciptakan paket wisata yang menarik, lengkap dengan fasilitas memadai.
“Intinya, bagaimana membuat wisatawan betah, mau tinggal lebih lama, dan membawa kesan mendalam tentang Fakfak,” tutupnya. (st/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:












Tinggalkan Balasan