Kaimana – Rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, semakin jelas dengan penentuan lokasi ibu kota untuk wilayah pemekaran.

Ketua Steering Committee (Steering Comite) Percepatan Pemekaran DOB, Frans Amerbay, mengungkapkan, ibu kota Kabupaten Teluk Arguni akan berlokasi di antara dua titik, yaitu Jawer atau Rafa.

Sementara untuk Kabupaten Teluk Etna-Yamor, lokasi ibu kota masih dalam tahap kajian, dengan opsi awal di Kampung Bamana atau Afona.

Amerbay menjelaskan, pemilihan lokasi ibu kota Teluk Arguni didasarkan pada potensi ekonomi, terutama keberadaan pelabuhan.

“Wilayah pelabuhan menjadi prioritas karena memiliki daya dukung yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi. Dengan akses pelabuhan yang baik, distribusi barang akan lebih lancar, dan perekonomian daerah dapat berkembang lebih cepat,” ujarnya.

Penempatan ibu kota di sekitar pelabuhan dinilai strategis untuk mendorong aktivitas perdagangan, investasi, dan konektivitas antardaerah. Hal ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Sementara itu, untuk wilayah Teluk Etna-Yamor, Amerbay menyatakan bahwa daerah ini direncanakan menjadi pusat pertanian. Namun, aspek politik juga menjadi pertimbangan penting.

“Yamor berbatasan langsung dengan wilayah tengah, sehingga ada kemungkinan daerah ini juga akan ditetapkan sebagai ibu kota kabupaten. Namun, semua masih dalam proses kajian mendalam,” tambahnya.

Jika Yamor menjadi ibu kota, diharapkan dapat mendorong pembangunan sektor pertanian sekaligus memperkuat pemerintahan lokal.

“Pembangunan infrastruktur seperti jalan, listrik, dan akses air bersih akan menjadi fokus utama untuk mendukung aktivitas pertanian dan pelayanan publik,” jelasnya.

Amerbay menegaskan bahwa tujuan utama pemekaran DOB adalah memperluas akses pembangunan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah terpencil.

“Dengan pemekaran, daerah-daerah ini akan lebih terbuka, memiliki pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat, dan mendapatkan layanan publik yang lebih merata,” jelasnya.

Pemekaran ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah pusat dan daerah pinggiran.

Masyarakat di Teluk Arguni dan Teluk Etna-Yamor akan mendapatkan akses lebih baik terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar,” pungkasnya.

Pemekaran DOB diperkirakan akan memberikan dampak positif, antara lain, Peningkatan Ekonomi: Akses pelabuhan dan pengembangan sektor pertanian akan menciptakan lapangan kerja baru.

Pemerataan Pembangunan: Infrastruktur dan layanan publik akan lebih merata, mengurangi ketimpangan antarwilayah.

Efisiensi Pemerintahan: Dengan ibu kota yang lebih dekat, pelayanan birokrasi akan lebih cepat dan efektif.

Tim percepatan pemekaran terus bekerja untuk menyelesaikan kajian-kajian teknis dan sosial, agar rencana ini dapat segera direalisasikan.

Harapannya, pemekaran ini dapat menjadi langkah awal untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua Barat. (tm/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: