Fakfak – Pemerintah Kota Sorong bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bukit Zaitun Sorong menggelar pemberian makanan tambahan (PMT) bagi bayi dan balita stunting di Distrik Sorong Barat, Senin (9/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Distrik Sorong Barat itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Sorong Septinus Lobat beserta jajaran kepala dinas terkait.
Sebanyak 58 bayi dan balita yang teridentifikasi mengalami stunting di Distrik Sorong Barat menerima bantuan PMT dalam kegiatan ini. Program tersebut merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk menekan angka stunting yang masih tinggi, sekaligus menjadi momentum penarikan 30 mahasiswa KKN yang telah mengabdi selama sebulan di empat kelurahan, yakni Rufei, Klawasi, Pal Put, dan Puncak Cendrawasih.
Wali Kota Sorong Septinus Lobat dalam sambutannya menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya dilakukan dengan pemberian makanan tambahan semata. Menurutnya, edukasi kepada para orang tua tentang pentingnya asupan gizi bagi anak juga menjadi faktor krusial dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.
“Ini bukan pekerjaan sederhana, kita semua bertanggung jawab menurunkan angka stunting,” ujarnya.
Pemerintah Kota Sorong berharap kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan elemen masyarakat dapat terus diperkuat untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Sinergi ini dinilai penting sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia Papua yang unggul di masa mendatang. (cr-10/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:
















Tinggalkan Balasan