Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak, Papua Barat, mempercepat perpanjangan landasan pacu Bandara Siboru untuk mendukung pergerakan tenaga kerja di sektor minyak dan gas (migas).

Langkah ini diharapkan memudahkan pekerja dari Jakarta maupun lapangan migas seperti BP dan Tangguh untuk langsung transit di Fakfak, tanpa harus melalui Sorong atau Babo.

“Target kami, Fakfak menjadi pusat transit tenaga kerja migas. Dengan penyelesaian perpanjangan runway, ribuan pekerja bisa langsung mendarat di sini,” kata Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, saat peresmian Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPH) Unit VI Fakfak, Kamis (17/7/2025).

Ia menjelaskan, sebelumnya pekerja dari Jakarta atau lapangan migas harus turun di Sorong, Peovinsi Papua Barat Daya sebelum melanjutkan perjalanan ke Babo.

Namun, setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan BP, pembangunan bandara akan dipercepat agar Fakfak bisa menjadi simpul logistik dan sumber daya manusia untuk industri migas.

“Kami berkomitmen mendorong proyek ini selesai tepat waktu. Insya Allah, dengan dukungan semua pihak, Fakfak akan menjadi salah satu pusat penyerapan tenaga kerja migas,” ujarnya.

Perluasan bandara ini diharapkan tidak hanya memangkas waktu perjalanan, tetapi juga mendongkrak perekonomian lokal melalui peningkatan aktivitas perdagangan dan jasa di Fakfak.

Reporter/Editor: Salmon Teriraun

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: