Sorong – Pemerintah Kota Sorong melalui Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) menutup sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Remu Selatan, Selasa (3/3/2026).

Penutupan ini menyusul temuan sejumlah pangan tidak layak konsumsi yang didistribusikan kepada siswa, berupa telur dan buah salak yang telah basi dan membusuk.

Ketua Satgas MBG Kota Sorong, Ruddy Laku, mengungkapkan bahwa pihaknya segera bertindak setelah menerima laporan langsung dari orang tua siswa.

Ia menegaskan bahwa informasi tersebut bukan sekadar isu, melainkan merupakan kesaksian dari wali murid yang menemukan sendiri kondisi makanan yang akan diberikan kepada anak-anak mereka.

“Informasi ini bukan sekadar kabar dari pihak lain, tetapi disampaikan langsung oleh orang tua yang melihat dan mengalami sendiri kejadian tersebut. Karena itu, pemerintah daerah bersama satgas langsung merespons cepat,” ujar Ruddy dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Wali Kota Sorong Septinus Lobat bersama jajaran Satgas MBG langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan pengumpulan data. Dari hasil peninjauan, pihak penyedia jasa boga mengakui bahwa telur dan salak yang tidak layak konsumsi tersebut berasal dari dapur mereka.

Atas dasar pengakuan dan temuan di lokasi, pemerintah daerah meminta pengelola SPPG untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Perbaikan mendasar terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan dan penyiapan pangan menjadi syarat mutlak sebelum layanan dibuka kembali.

“Untuk sementara, kegiatan dihentikan sampai pihak SPPG melakukan perbaikan terhadap proses penyiapan dan penanganan makanan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Ruddy.

Ruddy menambahkan, penutupan ini bersifat sementara dan layanan distribusi makanan akan kembali dibuka setelah seluruh tahapan perbaikan dipastikan memenuhi standar keamanan dan mutu pangan yang ditetapkan.

Ia mengapresiasi respons cepat wali kota dan tim yang memastikan bahwa makanan bermasalah tersebut belum sempat dikonsumsi secara luas, sehingga tidak menimbulkan dampak kesehatan yang lebih serius pada siswa.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kejadian ini menjadi peringatan penting, mengingat konsumsi pangan basi sangat berpotensi mengganggu kesehatan anak-anak.

Data di lapangan mencatat, dua orang tua siswa melaporkan langsung kepada wali kota terkait kejadian tersebut. SPPG Remu Selatan yang berlokasi di Kecamatan Remu Selatan, Kota Sorong, diketahui dikelola oleh Yayasan Laa Roiba.

Pemerintah Kota Sorong memastikan akan memperketat pengawasan ke depannya guna menjamin distribusi makanan bergizi bagi siswa berjalan sesuai standar kualitas dan keamanan pangan yang telah ditetapkan. (cr-10/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: