Fakfak – Ibadah Minggu pagi di Gereja Kristen Injili (GKI) Jemaat Imanuel Fakfak berlangsung khidmat, Minggu (31/8/2025).

Ibadah dipimpin Pendeta Frangki Paksoal, S.Th. Dalam khotbah yang diambil dari kitab Yesaya 1:10-20, Pendeta Frangki menekankan pentingnya ibadah yang tidak hanya sebatas ritual, tetapi lahir dari hati yang sungguh-sungguh dan disertai kehidupan yang benar di hadapan Tuhan.

“Bangsa Israel rajin beribadah, mempersembahkan korban, dan menjalankan upacara keagamaan, tetapi semua itu tidak berkenan di hadapan Tuhan karena hati mereka jauh dari-Nya,” ujar Pendeta Frangki di hadapan jemaat.

Ia menjelaskan, firman Tuhan melalui Nabi Yesaya menyebut Israel seperti Sodom dan Gomora, kota yang penuh dosa dan akhirnya dibinasakan.

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak melihat banyaknya korban atau ramainya perayaan, melainkan hati dan perilaku umat-Nya.

“Di ayat 11 sampai 15, Tuhan menegaskan bahwa Ia muak dengan korban-korban yang tidak disertai pertobatan. Doa mereka pun tidak didengar karena tangan mereka penuh dengan darah,” tegasnya.

Pendeta Frangki mengajak jemaat untuk menanggapi teguran Tuhan dengan pertobatan sejati sebagaimana tertulis pada ayat 16 dan 17: ‘Basuhlah, bersihkanlah dirimu, berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik, usahakanlah keadilan, belalah hak anak yatim, dan perjuangkanlah perkara janda.’

Sebagai penutup, ia mengingatkan janji Tuhan yang terdapat dalam ayat 18 hingga 20, bahwa dosa yang merah seperti kirmizi akan diputihkan seperti salju bagi setiap orang yang mau bertobat dan taat.

“Jika kita datang dengan hati yang bersih dan hidup dalam ketaatan, Tuhan akan mengampuni dan mencurahkan berkat-Nya bagi keluarga, pekerjaan, dan seluruh aspek kehidupan kita,” pungkasnya. (Salmon Teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: