Fakfak – Ibadah Minggu pagi di Gereja Kristen Injili (GKI) Jemaat Imanuel Fakfak berlangsung khidmat pada Minggu (7/9/2025).

Ibadah dipimpin Pendeta FD Maspaitela, S.Si., dengan khotbah bertema “Tahun Sabat dan Tahun Yobel”, yang diambil dari kitab Imamat 25:1-22.

Dalam khotbahnya, Pendeta Maspaitela menjelaskan makna Tahun Sabat sebagai tahun ketujuh, di mana setiap tujuh tahun sekali tanah diberi kesempatan untuk beristirahat.

“Pada tahun itu, semua pekerja ladang berhenti bekerja. Tanaman yang tumbuh sendiri boleh dimakan oleh semua orang, baik pemilik tanah, hamba, maupun pendatang,” jelas Pendeta Maspaitela di hadapan jemaat.

Ia menegaskan, prinsip ini mengajarkan bahwa hasil tanah adalah berkat Tuhan, bukan semata-mata milik manusia.

“Bangsa Israel dilatih untuk percaya bahwa Tuhan selalu mencukupkan kebutuhan mereka,” tambahnya.

Pendeta Maspaitela juga memaparkan makna Tahun Yobel, yang dirayakan setiap 50 tahun sekali setelah tujuh kali Tahun Sabat.

“Tahun Yobel ditandai dengan tiupan sangkakala sebagai simbol pembebasan. Semua tanah harus dikembalikan kepada pemiliknya,” katanya.

Melalui pengajaran ini, jemaat diingatkan untuk memberi ruang bagi Tuhan dalam kehidupan.

“Hidup bukan hanya soal kerja keras. Ada waktu untuk beristirahat, ada waktu untuk beribadah, dan menyerahkan diri kepada Tuhan,” ucapnya, mengutip Matius 11:28: “Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

“Saya dengar tadi lagu pujian dari paduan suara Rayon Efata, lonceng gereja sayup-sayup terdengar. Bunyi lonceng itu tanda memanggil jemaat Tuhan datang berkumpul di rumah Tuhan,” ujarnya.

Pendeta Maspaitela mengingatkan, lonceng bukan sekadar tanda dimulainya ibadah, tetapi juga panggilan Tuhan.

“Orang yang membunyikan lonceng harus berdoa sebelum melakukannya, karena ia mewakili Tuhan memanggil umat-Nya datang ke rumah Tuhan,” katanya.

Di akhir khotbah, ia menekankan pentingnya menempatkan ibadah di atas kesibukan duniawi.

“Cari dahulu Tuhan, maka apa yang kita butuhkan akan Tuhan sediakan,” tuturnya, mengutip 1 Timotius 4:8-10. (Salmon Teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: