Fakfak – Program pendidikan gratis yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Fakfak menuai beragam reaksi di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Bupati Fakfak Samaun Dahlan menegaskan bahwa kebijakan tersebut akan tetap dijalankan, meski mendapat sorotan dari sejumlah pihak.

“Saya mohon maaf, kemarin saya lihat di media sosial memang ada pro dan kontra. Tapi sebagai Bupati, saya akan tetap melangkah lurus. Tidak akan mundur selangkah pun,” ujar Samaun dalam acara syukuran dan doa bersama atas terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat serta Bupati dan Wakil Bupati Fakfak periode 2025–2030 di Gereja GPI Papua Bethel, Rabu (16/7/2025) sore.

Menurut Samaun, kebijakan pendidikan gratis ini bukan sekadar wacana, melainkan program nyata yang akan dijalankan tanpa pandang bulu.

“Pendidikan gratis ini berlaku untuk semua anak, tanpa membedakan status ekonomi, suku, atau jenis sekolah. Baik anak kaya atau miskin, Papua atau non-Papua, sekolah negeri maupun swasta—semua dari TK, SD, SMP, hingga SMA akan kami gratiskan,” tegasnya.

Tak hanya biaya sekolah, perlengkapan siswa pun akan disediakan gratis. Mulai dari sepatu, kaus kaki, seragam harian, pakaian batik, olahraga, hingga tas dan atribut sekolah lainnya.

Ia pun menyoroti masih adanya keluhan tentang pungutan di beberapa sekolah. “Kalau masih ada sekolah yang pungut-pungut, biar saya yang urus. Ini program yang sudah saya canangkan, dan saya akan melaksanakan sepenuhnya,” katanya.

Bupati berharap masyarakat tidak terjebak pada spekulasi di media sosial dan tetap memberi kesempatan kepada pemerintah daerah untuk membuktikan implementasi program ini.

“Pro kontra itu pasti ada, karena ini hal baru. Tapi kami fokus pada niat baik untuk membangun masa depan generasi Fakfak,” pungkasnya.

(Reporter/Editor: Salmon Teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: