Fakfak – Di tengah hiruk-pikuk pelayanan medis di RSUD Fakfak, hadir sosok sederhana yang setiap harinya menebar harapan dan kekuatan spiritual bagi para pasien dan keluarga mereka.
Ia adalah Pendeta Valdiagust Pakaya, S.Th sapaan akrab Valdy, seorang penginjil jalanan asal Manado yang kini dikenal luas dengan pelayanannya sebagai Sahabat Orang Sakit (SOS).
Berbeda dari penginjil pada umumnya, pelayanan Pdt. Valdy tak dibatasi oleh mimbar gereja. Ia hadir langsung di lorong-lorong rumah sakit, menyambangi ruang perawatan, menyapa pasien dengan senyum hangat, Alkitab di tangan, serta doa yang menyejukkan.
“Saya percaya Tuhan Yesus hadir di tengah-tengah orang yang menderita. Karena itu saya terpanggil untuk menemani mereka, khususnya di tempat di mana harapan sering kali terasa tipis—di rumah sakit,” ujarnya saat berkunjung ke Redaksi PrimaRakyat.com, Sabtu (14/6/2025).
Pelayanan ini, diakui Pdt. Valdy, lahir dari dari keluarga Muslim dan memiliki pengalaman pribadi perjumpaan dengan Tuhan. Dari pergumulan itulah, tumbuh panggilan untuk menjadi sahabat bagi mereka yang tengah berjuang dengan penyakit dan penderitaan.
“Di Manado dulu saya mulai dari jalanan di trotoar, terminal, hingga rumah sakit. Lalu Tuhan bukakan jalan ke Fakfak. Di sini saya melihat ladang pelayanan yang luas; banyak orang terbuka dan rindu akan penghiburan rohani,” tuturnya.
Kini, lewat pelayanan Sahabat Orang Sakit (SOS), kehadiran Pdt. Valdy menjadi penguat bagi banyak pasien dan keluarga. Tak sedikit yang merasakan ketenangan dan semangat baru setelah dikunjungi.
“Kami sangat bersyukur ada sosok seperti Pendeta Valdy. Ia datang bukan untuk menghakimi, tapi untuk menguatkan. Doa-doanya menyejukkan hati, kehadirannya mengingatkan bahwa Tuhan tidak meninggalkan,” ujar seorang anggota keluarga pasien.
Tak hanya melayani umat Kristen, Pdt. Valdy membuka pelukan kasihnya bagi semua kalangan tanpa memandang latar belakang agama. Ketulusan dan kesederhanaannya membuat banyak orang termasuk dari kalangan non Kristen merasa nyaman dan dihargai.
Pelayanannya pun tak terbatas pada doa. Ia kerap membantu pasien dalam urusan praktis, seperti mengurus administrasi rumah sakit, mencarikan informasi pengobatan lanjutan, hingga sekadar menemani pasien yang tak memiliki keluarga.
Meski menjalankan pelayanan secara mandiri, Pdt. Valdy berharap SOS bisa tumbuh menjadi gerakan yang lebih besar, mendapat dukungan dari komunitas rohani, lembaga kesehatan, hingga masyarakat umum.
“Saya tidak bisa sendiri. Tapi saya percaya, kalau kita bersama-sama bergerak dalam kasih, banyak orang akan dipulihkan bukan hanya secara fisik, tapi juga secara rohani,” harapnya.
Di tengah ruang-ruang sakit, Pdt. Valdy hadir sebagai sahabat sejati. Sosok yang dengan sederhana menyuarakan kasih, menjadi terang bagi mereka yang sedang berjalan dalam bayang-bayang penderitaan. (redaksi)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:












Tinggalkan Balasan