Fakfak – Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, Jemaat Imanuel Fakfak, menggelar ibadah subuh yang dirangkai dengan Perjamuan Kudus, Minggu, (13/7/2025), pukul 06.00 WIT.
Ibadah dipimpin Pendeta FD. Maspaitela, S.Si, dan dihadiri segenap anggota jemaat dengan penuh hikmat.
Dalam khotbahnya, Pendeta Maspaitela menekankan, Perjamuan Kudus merupakan momen sakral yang mengingatkan umat akan pengorbanan Kristus serta memperbarui komitmen sebagai tubuh Kristus yang hidup dalam kasih, pelayanan, dan kesatuan hati.
“Kita mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus sebagai wujud komitmen untuk hidup dalam kasih dan kesatuan sebagai tubuh Kristus. Salah satu bentuk nyata komitmen ini adalah melalui persepuluhan,” ujar Pendeta Maspaitela di hadapan jemaat.
Ia menjelaskan, persepuluhan bukan hanya kewajiban keagamaan, tetapi tindakan dari hati yang rela untuk mendukung pelayanan Tuhan.
“Persepuluhan tidak dipakai untuk diri sendiri, tetapi untuk mendukung pekerjaan Tuhan di rumah-Nya. Ini adalah bagian dari penatalayanan kita sebagai umat percaya,” jelasnya.
Persepuluhan, lanjutnya, adalah praktik iman yang mencerminkan rasa syukur atas penyertaan dan berkat Tuhan. Sementara itu, Perjamuan Kudus menjadi lambang kesatuan tubuh Kristus melalui simbol roti dan anggur yang melambangkan tubuh dan darah Yesus.
“Melalui Perjamuan Kudus, kita diingatkan akan karya penebusan Kristus dan dipanggil untuk terus memperbarui iman serta memperkuat persekutuan kita satu dengan yang lain,” tambahnya.
Dalam tata gereja GKI di Tanah Papua, yang dapat mengambil bagian dalam Sakramen Perjamuan Kudus adalah anggota sidi jemaat.
Ibadah berlangsung aman, tertib, dan penuh sukacita dari seluruh jemaat yang hadir. (Salmon Teriraun)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:





Tinggalkan Balasan