Fakfak – Pendeta M. Niunofur, S.Th mengajak jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Imanuel Fakfak untuk memahami makna mendalam Perjamuan Kudus sebagai persekutuan dalam kasih dan pengorbanan Yesus Kristus.

Pesan tersebut disampaikan dalam khotbah pada Ibadah Minggu Sengsara ke-IV yang berlangsung di Gedung Gereja GKI Imanuel Fakfak, Minggu (8/3/2026).

Dalam khotbah yang diambil dari Markus 14:22–25 dengan tema “Perjamuan Kudus: Persekutuan dalam Kasih dan Pengorbanan Kristus,” Niunofur menjelaskan bahwa Perjamuan Kudus bukan sekadar tradisi ibadah, tetapi merupakan peringatan akan karya keselamatan Allah bagi umat manusia.

“Perjamuan Kudus adalah tanda perjanjian baru antara Allah dan manusia melalui pengorbanan Yesus Kristus. Di dalamnya kita diingatkan akan kasih Allah yang menyelamatkan,” ujar Niunofur.

Ia menjelaskan, roti yang dibagikan dalam Perjamuan Kudus melambangkan tubuh Kristus yang diberikan bagi keselamatan manusia.

Sementara itu, cawan anggur melambangkan darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang sebagai tanda penebusan dosa.

Menurutnya, makna Perjamuan Kudus juga mengajak umat percaya untuk hidup dalam pertobatan, meninggalkan perpecahan, serta membangun persekutuan yang penuh kasih sebagai satu tubuh di dalam Kristus.

“Tidak mungkin kita datang ke meja Tuhan, tetapi masih menyimpan kebencian dan perpecahan. Perjamuan Kudus mengundang kita untuk hidup dalam kasih, persatuan, dan pengampunan,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan Perjamuan Kudus juga mengarahkan umat kepada pengharapan akan kedatangan kembali Yesus Kristus.

Karena itu, gereja dipanggil untuk terus hidup setia dalam iman serta melayani sesama di tengah kehidupan masyarakat.

“Perjamuan Kudus adalah undangan Tuhan bagi setiap orang percaya untuk memperbaharui hidup, setia dalam persekutuan, dan menantikan kedatangan Kristus dengan penuh harapan,” tutur Niunofur. (st/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: