Fakfak – Jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Imanuel Fakfak menggelar ibadah Minggu (14/9/2025) dengan firman Tuhan yang diambil dari Imamat 25:23-28 bertema “Penebusan Tanah”.
Ibadah dipimpin Pendeta Herlina Kbarek, S.Si. Teol., yang menekankan pentingnya pemahaman keluarga Kristen sebagai anugerah Allah dan panggilan untuk hidup saling menopang.
Dalam khotbahnya, Pdt. Kbarek menyampaikan, ibadah bulan September ini berlangsung dalam rangka bulan bina keluarga, di mana setiap jemaat diajak kembali menumbuhkan iman, pengharapan, dan kasih Kristus dalam kehidupan keluarga.
“Keluarga adalah anugerah Allah yang berharga, tempat kita belajar saling menghargai, menopang, dan hidup taat kepada Tuhan,” ujarnya.
Mengaitkan teks Imamat, Pdt. Kbarek menekankan, tanah maupun hidup bukanlah milik mutlak manusia, melainkan titipan Allah. Oleh sebab itu, umat dipanggil untuk mengelola dengan setia serta hidup dalam solidaritas.
“Jika ada saudara jatuh miskin, keluarga terdekat berkewajiban menebus tanahnya. Demikian pula kita, dipanggil untuk saling menopang, bukan membiarkan yang lemah semakin tertindas,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, Allah selalu menyediakan jalan pemulihan, sebagaimana tanah yang dapat ditebus kembali atau dikembalikan pada Tahun Yobel.
Hal ini, kata dia, mengarahkan jemaat kepada Kristus sebagai Penebus Sejati, yang dengan darah-Nya menebus manusia dari dosa serta memberi warisan rohani kekal.
Menutup khotbah, Pdt. Kbarek mengajak jemaat untuk menyatakan solidaritas dan kesatuan dalam membangun Papua menuju abad kedua peradaban orang asli Papua.
“Kita telah ditebus, bukan dengan emas, kerbau, atau harta duniawi, melainkan dengan darah Kristus yang mahal di kayu salib. Karena itu, jadikan Papua berkat bagi bangsa-bangsa di dunia,” tandasnya. (Salmon Teriraun)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:












Tinggalkan Balasan