Fakfak – Proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 di Kabupaten Fakfak, Papua Barat berlangsung ricuh. Puluhan masa bertindak anarkis memprotes hasil penghitungan suara yang dilakukan Panitia Pemilihan Distrik (PPD) Pariwari Kabupaten Fakfak.

Pantauan media ini, adegan masa pendukung pasangan calon (Paslon) tidak menerima hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh PPD Pariwari. Masa merangsek masuk ke gedung PPD.

Petugas Kepolisian yang berjaga berusaha meredam massa. Proses negoisiasi sempat dilakukan. Namun tidak membuahkan hasil. Massa justru semakin bertambah.

Gelombang massa tak dapat dibendung beberapa petugas yang berjaga di Kantor PPD Pariwari. Petugas di kepung massa yang berjumlah banyak.

Hingga akhirnya personel Sabhara Polres Fakfak dipimpin Kasat Samapta Iptu Mustakim Batara beregerak turun Personel membuat berikade menggunakan tameng, namun massa terus merengsek melawan barikade Polisi.

Bahkan massa melempar benda-benda ke arah personel kepolisian. Selang beberapa menit, Polisi tetap berusaha membubarkan massa dan secara perlahan dapat dibubarkan.

Aksi tersebut bukanlah yang sebenarnya. Hal itu merupakan simulasi penangamanan unjuk rasa Pilkada serentak tahun 2024 yang digelar Polres Fakfak pada puncak Peringatan Hari Bhayangkara ke-78 tahun 2024 di Bandara lama Torea Fakfak.

“Polri bersama-sama dengan TNI, pemerintah daerah dan masyarakat bersatu bersinergi dalam rangka melakukan penanganan Pilkada 2024 serentak,” kata AKBP Hendriayana, SE, MH.

Melalui performa pertunjukan ini, sinergitas Polri dan semua pihak telah terjalin. Menjadi kekuatan utama dalam mengamankan Pilkada, “Kami hadir untuk masyarakat, bekerja ikhlas untuk masyarakat,” imbuhnya. (pr)