Fakfak – Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) kembali mencatat kemajuan dalam inovasi teknologi terapan bagi masyarakat pesisir.

Melalui Skema Riset Berdikari, tim peneliti yang dipimpin Syukron Anas tengah mengembangkan mesin produksi es balok ramah lingkungan untuk menjawab persoalan klasik yang dihadapi nelayan di Fakfak.

Selama ini, nelayan mengalami kesulitan memperoleh pasokan es balok yang memadai untuk menjaga kesegaran ikan hasil tangkapan.

Kelangkaan es membuat mereka harus menempuh jarak jauh ke pusat kota, yang tidak hanya menambah biaya operasional, tetapi juga menurunkan mutu ikan akibat lambatnya proses pendinginan.

Menanggapi persoalan tersebut, tim peneliti merancang mesin es balok berbasis refrigeran beremisi rendah dan desain hemat energi, sehingga lebih sesuai diterapkan di kampung-kampung nelayan.

Syukron Anas menjelaskan, teknologi yang dikembangkan mampu memproduksi es balok dengan konsumsi daya hingga 20 persen lebih rendah dibandingkan mesin komersial pada umumnya.

“Kami berupaya menghadirkan teknologi yang bukan hanya menjadi solusi, tetapi juga mudah dioperasikan dan diterima masyarakat lokal. Dengan mesin es otomatis ini, kualitas ikan dapat terjaga lebih lama, sehingga memberikan nilai jual lebih tinggi,” ujarnya di Fakfak, Senin (1/12/2025).

Riset ini diharapkan menjadi langkah baru dalam memperkuat sektor perikanan di Kabupaten Fakfak serta mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan pesisir melalui pemanfaatan teknologi yang berkelanjutan. (st/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: