Saumlaki – Aksi balapan liar dan perilaku ugal-ugalan yang dilakukan remaja di jalan poros Saumlaki masih menjadi ancaman serius bagi keselamatan umum.
Meski aparat kepolisian gencar melakukan tindakan preventif, upaya penertiban tersebut dinilai belum optimal lantaran kurangnya dukungan dari lingkungan terdekat para pelajar, yakni keluarga dan sekolah.
Polsek Tanimbar Selatan selama beberapa pekan terakhir telah mengintensifkan pendekatan humanis dengan mendatangi sejumlah sekolah dan membina para siswa yang terlibat.
Langkah ini ditempuh sebagai bentuk edukasi agar generasi muda memahami risiko hukum dan bahaya kecelakaan dari aksi kebut-kebutan di jalan raya. Namun, hasil dari pembinaan tersebut masih belum menunjukkan perubahan signifikan di lapangan.
Kapolsek Tanimbar Selatan, Iptu Herpin Sima, mengungkapkan keprihatinannya terhadap minimnya perhatian dari orang tua dan dewan guru.
“Kami sudah berusaha mendatangi sekolah-sekolah untuk membantu mendidik siswa yang terlibat. Namun tanpa dukungan dan perhatian yang sungguh-sungguh dari orang tua dan guru, upaya kami akan sulit memberikan dampak yang berkelanjutan,” ujarnya kepada primarakyat.com di ruang kerjanya, Rabu (17/3/2026).
Pihak kepolisian menegaskan pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata represif. Sejumlah remaja yang terjaring razia turut diberikan pembinaan langsung sesuai prosedur operasional standar (SOP) bagi anak di bawah umur.
“Kami mengundang mereka dan memberikan pembinaan secara langsung oleh tim kami. Kami tidak hanya menindak, tetapi juga berupaya membimbing mereka agar menyadari kesalahan,” tambah Iptu Herpin.
Kapolsek pun mendorong agar sinergi antara kepolisian, sekolah, dan keluarga segera diperkuat.
Menurutnya, pengawasan di lingkungan rumah dan pembentukan karakter di sekolah merupakan kunci utama mencegah remaja terlibat aksi ugal-ugalan.
“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai penanganan masalah ini hanya dibebankan kepada pihak kepolisian,” pintanya. (bn/pr)
















Tinggalkan Balasan