Fakfak – Puncak arus mudik di Pelabuhan Fakfak telah terjadi sejak 22 Maret 2025. Pada tanggal tersebut, dua kapal milik PT. Pelni, yaitu KM Sangiang dan KM Labobar, dijadwalkan tiba secara bersamaan di pelabuhan.

Mengantisipasi lonjakan penumpang, PT. Pelni telah menyiapkan strategi untuk memastikan kelancaran proses embarkasi dan debarkasi.

Kepala Cabang PT. Pelni Fakfak, Duta Kusuma Putra, menyampaikan bahwa langkah prioritas telah ditetapkan dalam pengelolaan operasional kapal.

“Pada saat dua kapal bersamaan tiba, kami akan memprioritaskan KM Labobar, mengingat ukurannya yang lebih besar,” kata Duta Kusuma dalam keterangannya, Kamis (27/3/2025).

Kebijakan ini diambil guna menghindari benturan operasional antar kapal di pelabuhan. Setelah proses sandar dan bongkar muat KM Labobar selesai, KM Sangiang baru akan diarahkan untuk merapat ke dermaga.

PT. Pelni bekerja sama dengan otoritas pelabuhan serta pihak terkait guna memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang selama proses embarkasi dan debarkasi.

Selain itu, langkah-langkah pengaturan lalu lintas di area pelabuhan juga telah dipersiapkan untuk menghindari kepadatan yang berlebihan.

Adanya dua kapal Pelni yang tiba bersamaan, arus mudik di Pelabuhan Fakfak diperkirakan mencapai titik tertinggi.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memperhatikan jadwal keberangkatan masing-masing kapal serta mematuhi arahan petugas demi kelancaran perjalanan.

Pihak pelabuhan juga mengingatkan penumpang agar datang lebih awal untuk menghindari antrean panjang dan memastikan kelengkapan dokumen perjalanan mereka.

Dengan persiapan yang matang, diharapkan proses arus mudik di Pelabuhan Fakfak dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. (st/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: