Fakfak – Raja Patipi, Atarai Iba, menyampaikan permintaan kepada Menteri Pendidikan untuk mengembalikan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) ke dalam kurikulum sekolah. Ia menilai pelajaran tersebut sangat penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda.

“PMP itu mendidik kita, membentuk moral dan akhlak. Dulu, hubungan antara murid dan guru sangat dijaga. Melihat guru dari kejauhan saja kita sudah segan dan hormat. Tapi sekarang, hubungan itu seperti teman sebaya,” ujar Atarai Iba saat ditemui di Fakfak, Jumat (2/5/2025).

Ia menambahkan bahwa saat ini banyak generasi muda yang tidak lagi mengenal lagu-lagu perjuangan maupun nama-nama pahlawan nasional. Hal ini, menurutnya, karena kurangnya pendidikan karakter yang dulu sangat ditekankan melalui pelajaran PMP.

“Dulu di ruang kelas ada foto Presiden, Wakil Presiden, para Menteri, dan Pahlawan Nasional. Sejak kecil kita sudah hafal nama dan wajah mereka. Sekarang, hal itu sudah jarang ditemukan di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Atarai Iba juga mengingatkan tentang kebiasaan yang dulu menjadi bagian dari budaya pendidikan, seperti penghormatan terhadap bendera Merah Putih sebelum memulai pelajaran, serta hafalan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang wajib dikuasai siswa.

“Setiap hari Senin upacara bendera harus diikuti dengan pengucapan Pancasila tanpa teks. Ini penting sebagai bentuk pembinaan karakter bangsa,” tegasnya.

Ia berharap, dengan dihidupkannya kembali pelajaran PMP, para pelajar Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, berjiwa nasionalis, dan menghargai jasa para pahlawan. (st/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: