Manokwari — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPRPB), Hasani Ulman, melaksanakan reses masa sidang pertama tahun 2026 dengan mengunjungi sejumlah kampung di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari. Kegiatan tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan mendasar yang dinilai membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.

Dalam pertemuan bersama masyarakat Kampung Asyir dan kampung-kampung sekitar, warga menyoroti persoalan ekonomi, infrastruktur jalan, pendidikan, hingga akses transportasi. Mereka mengeluhkan rendahnya harga jual hasil kebun di pasar yang tidak sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Saat ini harga sayur dan hasil kebun hanya berkisar Rp5.000 sampai Rp30.000. Sementara harga beras dan minyak goreng terus naik. Kami kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga,” ujar salah seorang warga dalam dialog tersebut.

Selain persoalan ekonomi, kondisi infrastruktur jalan turut menjadi sorotan. Warga mengaku kesulitan melintasi jalan rusak, terutama saat membawa hasil kebun dari pasar. Perjalanan yang berat dinilai menguras tenaga dan menghambat aktivitas produktif mereka.

“Kalau jalannya baik, hasil kebun bisa lebih cepat sampai ke pasar dan pendapatan kami bisa meningkat,” kata warga lainnya.

Di sektor pendidikan, masyarakat mengusulkan penyediaan transportasi sekolah bagi anak-anak, khususnya di wilayah Pantura. Selama ini, banyak siswa harus menggunakan sepeda motor dengan keterbatasan bahan bakar dan kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga kerap tidak masuk sekolah. Orangtua berharap adanya bantuan kendaraan seperti minibus sekolah agar akses pendidikan lebih terjamin.

Warga juga menyinggung kualitas pelayanan pendidikan. Mereka berharap pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap tenaga pengajar agar proses belajar mengajar berjalan optimal.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Hasani Ulman menegaskan seluruh masukan masyarakat akan diperjuangkan di tingkat legislatif. Menurut dia, reses merupakan momentum penting untuk menyerap kondisi riil masyarakat sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

“Semua aspirasi ini akan kami bawa dan perjuangkan. Infrastruktur, ekonomi kerakyatan, dan pendidikan adalah fondasi utama untuk mendorong kemajuan wilayah pedesaan,” ujar Hasani.

Ia berharap sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dapat menghadirkan solusi konkret, sehingga masyarakat Distrik Masni dapat merasakan peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan. (jw/pr)