Fakfak – Menuju Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mengingatkan akan tanggung jawab menjaga kondisi politik keamanan bukan saja aparat keamanan, tetapi seluruh komponen termasuk elite politik baik parpol maupun calon kandidat dengan tim suksesnya.

Itu disampaikan salah satu Pemerhati Pembangunan Kabupaten Fakfak, Pdt Dr. Ronald Helweldery menanggapi pidato Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Fakfak, Samaun Hegemur soal suhu politik Pilkada 2024 semakin terasa berpengaruh tatanan interaksi sosial yang dilansir media PrimaRakyat.com, Rabu 8 Mei 2024.

“Kita harus yakin pada kematangan masyarkat dalam pesta demokrasi Pilkada Fakfak, belajar dari pemilu (pilpres dan pileg) 2024 di mana semua berlangsung denga aman dan baik. Suhu perpolitikan tergantung penuh pada elite politik baik parpol maupun calon kandidat dengan tim suskes masing-masing,” ujar Ronald Helweldery.

Supaya suhu politik Pemilihan Kepala Daerah serentak 2024 tidak berpengaruh terhadap tatanan interaksi sosial, maka menurut Ronald, yang diharapkan adalah pendidikan politik dikedepankan, sehingga mutu demokrasi politik daerah semakin baik.

“Sebab, pendidikan politik adalah tanggung jawab utama dari penyelenggara Pilkada dan partai politik serta calon kandidat dan tim sukses,” jelasnya.

Pendidikan politik ini, kata Ronald, bersumber pada keteladanan perilaku politik yang menghormati hak-hak politik rakyat pemberi mandat. Ini akan melahirkan kerja-kerja politik yang menjauh dari politik uang dan penyalahgunaan kekuasaan.

“Kerja politik sedemikian akan melahirkan pemerintahan yang baik dan bersih. Dengan begitu akan terhindar dari cap-cap negatif atas rejim politik yang dihasilkan oleh Pilkada kita,” kata Ronald.

Pada pihak lain, sambung Ronald, masyarakat memikul tanggung jawab besar untuk membangun demokrasi politik yang amanah. Artinya masyarakat sebagai pemangku kekuasaan dan pemberi mandat wajib waspada dan siuman terhadap ragam kerja politik yang tidak sehat dan menyimpang dari ketentuan hukum yang telah ditetapkan.

“Demokrasi tanpa kesadaran dan ketaatan hukum akan melahirkan pemerintahan yang tidak amanah. Marilah kita sama-sama meretas jalan untuk penyelenggaraan Pilkada yang baik dan bertanggungjawab demi kebaikan-kebaikan bersama masyarakat dan daerah Fakfak,” pintanya. (pr)