Fakfak – Masyarakat Kampung Sekru dan Kampung Sekru Tuare, Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dengan penuh suka cita melaksanakan Salat Idul Fitri 1446 Hijriah di Masjid Abubakar Ash-Shiddiq, Sabtu (29/3/2025) sekitar pukul 7.00 WIT.
Suasana perayaan Idul Fitri kali ini begitu semarak, penuh kebahagiaan dan rasa syukur setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
Salat Idul Fitri dipimpin oleh Hasim Yamko sebagai khatib. Dalam khutbahnya, ia mengingatkan umat Islam bahwa Idul Fitri adalah hari kemenangan, di mana kaum Muslimin berhasil mengendalikan hawa nafsu selama bulan Ramadan.
Malam satu Syawal diwarnai dengan gema takbir dan tahmid, menambah nuansa sakral sebelum datangnya hari yang penuh berkah ini.
Dalam khutbahnya, Hasim Yamko menegaskan, kemenangan Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan hasil dari perjuangan melawan hawa nafsu selama Ramadan.
Sejak pagi hari, kaum Muslimin berbondong-bondong menuju masjid dan tanah lapang untuk menunaikan Salat Id. Wajah-wajah penuh kebahagiaan terlihat, bersatu dalam sujud sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Puasa Ramadan melatih umat Islam untuk menahan diri dari makan, minum, serta berbagai hal yang membatalkan puasa. Selain itu, ibadah tarawih, tadarus Al-Quran, i’tikaf, dan sedekah menjadi bagian dari amalan yang memperkuat ketakwaan.
Di penghujung Ramadan, zakat fitrah ditunaikan sebagai bentuk kepedulian sosial, sehingga kebahagiaan Idul Fitri dapat dirasakan oleh semua kalangan.
Dalam khutbahnya, Hasim Yamko mengutip firman Allah dalam Surah An-Nazi’at ayat 40-41:
“Dan adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.” (QS. An-Nazi’at: 40-41).
Sebaliknya, bagi mereka yang diperbudak oleh hawa nafsu dan lebih mengutamakan dunia, Allah telah memperingatkan dalam Surah An-Nazi’at ayat 37-39:
“Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya.” (QS. An-Nazi’at: 37-39)
Oleh karena itu, kemenangan melawan hawa nafsu selama Ramadan harus dipertahankan. Jangan sampai umat Islam kembali tergoda oleh rayuan setan yang selalu berusaha menyesatkan manusia.
Idul Fitri juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi. Masyarakat diingatkan untuk tidak memutus tali persaudaraan dan saling memaafkan. Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah kamu memutuskan hubungan persaudaraan, jangan saling bertolak belakang, jangan saling emosi, jangan saling dengki, dan jadikanlah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal bagi seorang Muslim untuk tidak menyapa saudaranya lebih dari tiga hari.”
Dalam suasana penuh berkah ini, umat Islam di Fakfak memanfaatkan momen Idul Fitri untuk mengunjungi sanak saudara, sahabat, dan tetangga, mempererat kebersamaan, dan menghapus segala kesalahpahaman.
Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momen untuk kembali ke fitrah, memperbaiki diri, dan menjaga hubungan baik dengan sesama.
Semoga kemenangan yang diraih selama Ramadan dapat terus dijaga, menjadikan umat Islam lebih kuat dalam menghadapi godaan dunia dan tetap berada di jalan yang diridai Allah SWT. (st/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:












Tinggalkan Balasan