Fakfak – Ibadah Jumat Agung di Gereja Kristen Injili (GKI) Imanuel Fakfak, Jumat (3/4/2026), berlangsung khidmat dengan jemaat mengikuti perenungan sengsara Kristus dengan penuh penghayatan.

Ibadah yang dimulai pukul 09.00 WIT itu dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat GKI Imanuel Fakfak, Pendeta Frangky Paksoal, S.Th

Dalam khotbahnya yang diangkat dari Injil Markus 15:20b–32 tentang penyaliban Yesus.

Pendeta Frangky menekankan peristiwa salib merupakan bukti kepedulian Allah yang tak terbatas kepada manusia.

Menurutnya, di balik penderitaan Yesus di kayu salib tersimpan kasih Allah yang besar untuk menebus dosa manusia.

“Di kayu salib kita melihat penderitaan yang sangat berat. Namun di balik penderitaan itu tersembunyi kepedulian Allah yang begitu besar kepada manusia. Allah tidak membiarkan manusia terus hidup dalam dosa, tetapi datang sendiri menanggung semuanya melalui Yesus Kristus,” kata Frangky dalam khotbahnya.

Ia menjelaskan, Yesus menjalani penderitaan secara sadar dan sukarela. Meskipun mengalami penghinaan, cambukan, hingga penyaliban yang kejam, Yesus tetap setia menjalankan kehendak Allah demi keselamatan manusia.

Pendeta Frangky juga mengingatkan jemaat bahwa salib bukan sekadar simbol penderitaan, melainkan tanda kasih penebusan Allah.

Karena itu, umat percaya dipanggil untuk merespons kasih tersebut dengan hidup dalam pertobatan, meninggalkan dosa, serta menunjukkan kepedulian kepada sesama.

“Jika Allah begitu peduli kepada manusia, maka kita sebagai pengikut Kristus juga dipanggil untuk hidup dalam kasih dan pengorbanan bagi sesama,” ujarnya.

Editor: Salmon Teriraun

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: