Yahukimo — Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz mengungkap dugaan perekrutan sekitar 100 pemuda oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Perekrutan tersebut dinilai memperparah situasi keamanan di daerah yang selama ini menjadi salah satu wilayah dengan tingkat gangguan keamanan tertinggi di Papua.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Brigjen Pol Faizal Rahmadani mengatakan, temuan itu diperoleh dari hasil pendalaman terhadap sejumlah anggota KKB yang berhasil ditangkap aparat. Salah satu di antaranya adalah Junior Bocor Sobolim, anggota KKB yang tewas saat hendak ditangkap di Dekai pada 6 November 2025.

“Dari hasil pemeriksaan dan pendalaman terhadap beberapa anggota KKB yang ditangkap, kami menemukan adanya perekrutan sekitar 100 pemuda oleh KKB Yahukimo,” kata Faizal, Rabu (31/12/2025).

Menurut Faizal, mayoritas pemuda yang direkrut berusia di bawah 21 tahun. Mereka berasal dari kelompok rentan, yakni tidak mengenyam pendidikan formal dan tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga mudah dipengaruhi propaganda kelompok bersenjata.

“Para pemuda yang direkrut itu rata-rata tidak bersekolah dan tidak memiliki pekerjaan. Kondisi ini membuat mereka mudah dipengaruhi. Fenomena ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujar Faizal.

Ia menambahkan, Kabupaten Yahukimo saat ini tercatat sebagai wilayah dengan tingkat gangguan keamanan tertinggi di wilayah hukum Polda Papua. Dalam periode terakhir, aksi kekerasan yang dilakukan KKB di wilayah tersebut telah menyebabkan sedikitnya 35 orang meninggal dunia.

Ke depan, kata Faizal, pendekatan keamanan akan tetap diimbangi dengan langkah-langkah sosial dan pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan didorong untuk membuka ruang pembinaan dan pemberdayaan bagi generasi muda.

“Kami mendorong agar para pemuda diberi kesempatan untuk berkarya melalui pelatihan dan pembinaan yang melibatkan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait,” ujarnya.

Meski demikian, Faizal menegaskan bahwa aparat tetap akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran hukum. “Pendekatan kesejahteraan penting, tetapi penegakan hukum tetap akan dilakukan bagi siapa pun yang melanggar,” pungkasnya. (nn/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: