Prioritaskan Warga Miskin Ekstrem di Seram Timur

Bula – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tengah memfinalisasi persiapan pembangunan pusat Sekolah Rakyat di Bula, ibu kota kabupaten.

Sekolah ini dirancang khusus untuk melayani masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang selama ini terpinggirkan dari sistem pendidikan formal.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten SBT, Sudir Rumanama, S.Pd, mengungkapkan bahwa secara administratif, hampir seluruh persyaratan pendirian Sekolah Rakyat telah terpenuhi.

“Alhamdulillah, tinggal menunggu proses pembersihan lahan di lokasi yang telah disiapkan,” kata Sudir kepada wartawan PrimaRakyat.con di Kantor Dinas Sosial, Jalan Wailola, Kota Bula, Jumat, 21 Juni 2025.

Menurut Sudir, proses rekrutmen siswa akan menyasar 16 kecamatan di wilayah SBT. Namun, pemilihan peserta didik dilakukan secara selektif berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), terutama pada kategori Desil 1 dan Desil 2 yang menggambarkan kondisi kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.

“Tidak serta-merta langsung menerima semua. Rekrutmen mengacu pada data warga yang betul-betul berada di garis kemiskinan,” jelasnya.

Proses seleksi siswa akan dilakukan melalui tim-tim kecil di tiap kecamatan, di bawah koordinasi Sekretaris Daerah Kabupaten SBT, Drs. Ahmad Q. Amahoru, M.Si.

Tim ini melibatkan lintas sektor seperti Dinas Sosial, Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pendidikan.

Lebih lanjut, Sudir menjelaskan mekanisme perekrutan akan dilakukan lewat integrasi data antara Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan.

Salah satu metode yang digunakan adalah menyaring calon siswa dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sekolah-sekolah formal yang telah mengidentifikasi siswa kategori miskin.

“Harapannya ke depan, seluruh elemen pemerintah dan masyarakat Seram Bagian Timur turut mendukung keberadaan Sekolah Rakyat ini. Karena inilah bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat kurang mampu, terutama mereka yang putus sekolah karena faktor ekonomi,” ujarnya.

Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi solusi alternatif pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini tak tersentuh layanan pendidikan reguler.

(Reporter: Ali Gurium)
(Editor: Salmon Teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: