Manokwari — Pemerintah Provinsi Papua Barat memastikan proses pengangkatan 1.299 calon aparatur sipil negara (CASN) terdiri atas 1.002 CPNS dan 297 PPPK telah aman dan sesuai ketetapan pemerintah pusat.

Seluruh formasi tersebut resmi ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada 24 Desember 2025 dan akan segera memasuki tahapan seleksi lanjutan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Papua Barat, Herman Sayori, mengatakan proses berikutnya akan dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional XIV.

“Dalam waktu dekat kami persiapkan peserta untuk mengikuti seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT). Seleksi ini menjadi syarat wajib sebelum penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP),” Herman kepada wartawan usai mengikuti apel di halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Jumat (9/1/2026).

Menurut Herman, meski bersifat formalitas administratif, seluruh peserta wajib mengikuti seleksi.

“Yang tidak hadir dinyatakan gugur dan tidak dapat ditetapkan sebagai CPNS maupun PPPK,” tegasnya.

Ia menambahkan, setelah lulus seleksi dan NIP diterbitkan, CPNS akan mengikuti prajabatan hingga diangkat menjadi PNS, sementara PPPK juga mengikuti tahapan penetapan NIP sesuai ketentuan.

Pelaksanaan tes direncanakan pertengahan Januari 2026 di kantor BKN Regional XIV. Durasi seleksi diperkirakan satu hari untuk 297 peserta dan empat hingga lima hari untuk 1.002 peserta, bergantung pada pengaturan BKN.

“Penentuan teknis sepenuhnya berada di BKN,” kata Herman.

Terkait anggaran, ia menjelaskan biaya seleksi ditanggung Pemerintah Provinsi Papua Barat dan saat ini menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Besaran anggaran akan disampaikan BKN setelah finalisasi teknis.

“Begitu DPA turun, pelaksanaan segera berjalan,” ujarnya.

Herman juga menegaskan tidak ada perubahan kuota atas formasi yang telah ditetapkan Menpan RB.

“Kecuali peserta sendiri yang memilih tidak ikut seleksi. Selebihnya, semua sudah final,” katanya.

Adapun Surat Keputusan (SK) Gubernur untuk CPNS dan PPPK akan diterbitkan setelah seluruh tahapan seleksi selesai dan hasilnya diserahkan BKN kepada gubernur untuk ditandatangani.

“Kami imbau peserta menjaga kesehatan dan bersiap mengikuti seleksi agar proses berjalan lancar,” pungkas Herman. (jw/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: