Fakfak – Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) secara resmi mencabut Surat Keputusan Nomor 286/SK/DPP/2021 dan mengangkat Freddy Thie sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah PSI Kabupaten Fakfak untuk periode 2025–2030.
Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPP PSI Nomor 374/SK/DPP/2025, yang ditetapkan di Jakarta pada 20 Juni 2025 dan ditandatangani oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, serta Sekretaris Jenderal PSI, Antoni.
Keputusan ini diambil berdasarkan hasil Rapat Sidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi DPP PSI pada 19 Juni 2025, yang menyetujui usulan dari DPW PSI Papua Barat melalui Surat Pengusulan PLT Nomor: SPM.07/PSI-PB/V/2025 tanggal 17 Juni 2025.
Melalui SK tersebut, DPP PSI:
1. Mencabut SK Nomor: 286/SK/DPP/2021 tertanggal 21 Juni 2021 tentang susunan kepengurusan DPD PSI Kabupaten Fakfak.
2. Mengangkat Freddy Thie, pemilik Nomor Kartu Tanda Anggota PSI: S2923020210067593, sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPD PSI Kabupaten Fakfak untuk masa bakti 2025–2030.
DPP PSI memberikan waktu satu bulan sejak ditetapkannya keputusan ini kepada Freddy Thie untuk menyusun struktur kepengurusan lengkap. Bila kemudian hari ditemukan kekeliruan, akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.
Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal penetapan dan tetap berlaku hingga diterbitkannya Surat Keputusan baru, sesuai dengan ketentuan AD/ART PSI.
Penunjukan Freddy Thie sebagai Plt Ketua DPD PSI Fakfak merupakan bagian dari restrukturisasi besar-besaran kepengurusan PSI, setelah Kaesang Pangarep, kembali terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) periode 2025–2030.
Putra bungsu Presiden Ke-7 RI Joko Widodo ini terpilih lewat proses voting elektronik (e-vote) yang dilakukan para kader. dalam Kongres PSI di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/7/2025).
“Selamat kepada Mas Kaesang Pangarep yang berhasil meraih 65,28 persen suara,” ujar Ketua Steering Committee Kongres PSI, Andi Budiman, saat mengumumkan hasil pemungutan suara.
Dua pesaing Kaesang dalam pemilihan tersebut adalah Ronald A. Sinaga (Bro Ron) yang memperoleh 22,23 persen suara, serta Agus Mulyono Herlambang (Bro Agus) dengan 12,49 persen suara.
Andi menjelaskan, pemilihan dilakukan dengan prinsip “satu anggota, satu suara” melalui situs vote.psi.id, yang dibuka selama sepekan, dari 12 hingga 18 Juli 2025.
Dari total daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 157.579 orang, partisipasi kader menunjukkan antusiasme tinggi dalam proses demokrasi internal partai.
Lebih jauh, Kongres ini juga menandai perubahan identitas visual PSI. Logo partai kini berganti menjadi gambar gajah berwarna merah putih simbol baru yang disebut Andi mewakili kekuatan, ketegasan, dan keberanian partai dalam menempuh jalan politik yang terbuka.
“Kami percaya, e-vote ini adalah lompatan besar dalam demokratisasi partai. Tak ada partai lain di Indonesia yang melakukan ini secara terbuka dan langsung,” kata Andi.
Selain Freddy Thie, susunan kepengurusan PSI di berbagai wilayah juga akan mengalami perubahan serupa sesuai arahan Ketua Umum terpilih.
Kongres turut dihadiri sejumlah tokoh penting PSI, seperti Grace Natalie, Raja Juli Antoni, dan Isyana Bagoes Oka, yang menegaskan komitmen partai terhadap regenerasi dan keterbukaan. (redaksi)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:






Tinggalkan Balasan