Fakfak – Sinergi dan respons cepat ditunjukkan personel TNI–Polri bersama masyarakat dalam menangani kebakaran yang menghanguskan 12 unit rumah warga di Kampung Malakuli, Distrik Karas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Senin (26/1/2026) malam.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 23.30 WIT di RT 04 Kampung Malakuli. Api diduga berasal dari tungku kayu di salah satu rumah warga yang masih menyala dan tidak disadari pemiliknya.
Tiupan angin kencang menyebabkan api cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah di sekitarnya yang sebagian besar berbahan kayu.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Sekitar pukul 00.30 WIT, personel Polsek Karas bersama anggota Koramil Karas tiba di lokasi kejadian dan langsung bergabung dengan warga untuk melakukan pemadaman serta mengamankan area sekitar.
Berkat kerja sama dan kesigapan aparat bersama masyarakat, kobaran api berhasil dikendalikan sekitar pukul 01.30 WIT.
Meski demikian, petugas masih melakukan pendinginan karena terdapat sisa bara api di puing-puing bangunan.
Api baru dapat dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 02.50 WIT, dilanjutkan dengan evakuasi barang-barang milik warga yang masih bisa diselamatkan.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 12 unit rumah warga hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
Kapolres Fakfak AKBP Hendriyana, S.E., M.H. mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan tungku, kompor, maupun instalasi listrik dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan atau saat beristirahat. Kewaspadaan bersama sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran,” ujar Hendriyana.
Hingga pukul 03.00 WIT, situasi di Kampung Malakuli dilaporkan aman dan kondusif. Aparat TNI–Polri masih melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pascakejadian.
Peristiwa ini menjadi gambaran nyata kuatnya semangat gotong royong serta soliditas TNI–Polri dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat di wilayah Distrik Karas. (rls/pr)
















Tinggalkan Balasan