Jakarta – PSSI resmi menunjuk Simon Melkianus Tahamata sebagai Kepala Pemandu Bakat (Head of Scouting) sepak bola nasional.

Penunjukan ini menjadi langkah strategis dalam upaya PSSI memperkuat fondasi pengembangan pemain nasional jelang Piala Dunia 2026 dan seterusnya.

Simon, yang memiliki darah Maluku dan lahir di Vught, Belanda, akan bertugas mengidentifikasi serta merekrut talenta potensial, baik dari dalam negeri maupun diaspora Indonesia, khususnya di Belanda.

Ia akan bekerja sama dengan tim pelatih yang dikomandoi Patrick Kluivert, Gerald Vanenburg, dan Nova Arianto.

“Kami sangat antusias menyambut Simon Tahamata dalam keluarga besar PSSI. Pengalaman dan keahliannya dalam pengembangan pemain muda akan menjadi aset berharga dalam perjalanan kami menuju panggung dunia,” ujar Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam keterangan resmi.

Simon Tahamata, yang dikenal sebagai pemain sayap eksplosif, memulai karier sepak bolanya di klub TSV Theole sebelum bergabung dengan akademi Ajax Amsterdam pada 1971. Debut profesionalnya bersama tim utama Ajax dimulai pada musim 1975–1976.

Selama membela Ajax, ia mencatatkan 149 penampilan, mencetak 17 gol dan 33 assist, serta memenangkan tiga gelar Eredivisie dan satu Piala KNVB. Ia juga membawa Ajax mencapai semifinal Piala Eropa I pada musim 1979–1980.

Tahun 1980, Simon bergabung dengan klub Belgia Standard Liège. Bersama klub tersebut, ia meraih dua gelar Liga Belgia, satu Piala Belgia, dan mencapai final Piala Winners 1981–1982.

Ia mencetak 40 gol dalam 129 laga dan meraih penghargaan individual seperti Man of the Season dan Belgian Fair Play Award.

Ia kemudian bermain untuk Feyenoord, Beerschot, dan Germinal Ekeren, sebelum pensiun pada 1996. Total karier profesionalnya mencakup lebih dari dua dekade di level tertinggi sepak bola Eropa.

Setelah gantung sepatu, Simon melanjutkan karier sebagai pelatih akademi di klub-klub besar seperti Ajax Amsterdam, Standard Liège, Beerschot, dan Al Ahli Arab Saudi. Sejak 2015, ia juga mendirikan Simon Tahamata Soccer Academy, akademi yang berfokus pada pembinaan bakat usia dini.

Pada 3 Maret lalu, Ajax memberikan penghormatan khusus kepada Simon di Johan Cruyff Stadium.

Ia disambut meriah oleh ribuan pendukung, dengan spanduk bertuliskan, “Oom Simon, Terima Kasih,” sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya.

Simon Tahamata dijadwalkan tiba di Indonesia pada akhir Mei 2025 untuk mulai menjalankan perannya secara langsung.

“Terima kasih atas sambutan dan pesan baik yang saya terima. Saya menantikan kerja sama dengan Coach Patrick Kluivert dan staf teknis lainnya di Indonesia,” kata Simon dalam pernyataannya.

Penunjukan ini diharapkan memperkuat sistem pencarian dan pengembangan talenta muda nasional serta meningkatkan kualitas tim nasional secara menyeluruh. (sumber PSSI/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: