Manokwari — Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan terus memperkuat upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Selain menjamin akses layanan medis, BPJS Kesehatan juga mengedepankan pendekatan promotif dan preventif melalui skrining riwayat kesehatan bagi peserta JKN.
Skrining riwayat kesehatan menjadi instrumen penting untuk membantu peserta mengenali kondisi kesehatannya sejak dini. Dengan deteksi awal, risiko penyakit dapat diidentifikasi lebih cepat sehingga langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan secara tepat dan terarah.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manokwari, Dwi Sulistyono Yudo, mengatakan skrining riwayat kesehatan merupakan langkah awal yang krusial dalam menjaga kesehatan peserta JKN. Menurut dia, deteksi dini berperan besar dalam mencegah penyakit berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
“Skrining riwayat kesehatan dilaksanakan secara rutin maksimal satu kali dalam setahun. Peserta yang telah mengikuti skrining pada tahun berjalan dapat kembali melaksanakannya pada tahun berikutnya,” ujar Dwi.
Ia menambahkan, layanan tersebut dapat diakses secara mandiri melalui Aplikasi Mobile JKN, laman skrining resmi BPJS Kesehatan, maupun layanan Pandawa.
Dwi menjelaskan, skrining dilakukan dengan menjawab sejumlah pertanyaan terkait kondisi kesehatan pribadi, kebiasaan hidup, serta riwayat penyakit dalam keluarga. Melalui skrining yang dilakukan secara berkala, peserta diharapkan semakin proaktif memantau kondisi kesehatannya dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.
“Melalui skrining riwayat kesehatan, terdapat 14 jenis penyakit yang dapat dideteksi, antara lain diabetes melitus, hipertensi, stroke, penyakit jantung iskemik, thalassemia, kanker payudara, kanker serviks, kanker usus, kanker paru, tuberkulosis, penyakit paru obstruktif kronis, hepatitis B dan C, serta anemia. Kami mengimbau seluruh peserta JKN untuk rutin melakukan skrining setiap tahun sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara berkelanjutan,” kata dia.
Manfaat skrining juga dirasakan oleh Novita Kabiai (28), peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU). Novita mengaku proses skrining melalui laman resmi BPJS Kesehatan mudah diakses dan tidak memerlukan waktu lama.
“Dari hasil skrining, saya mendapatkan rekomendasi untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga dan menjaga pola makan. Hal ini membuat saya lebih termotivasi untuk menjaga kesehatan agar tetap optimal,” ujarnya.
Menurut Novita, skrining riwayat kesehatan merupakan layanan yang sangat bermanfaat karena mendorong peserta JKN lebih peduli terhadap kondisi tubuh sejak dini.
“Dengan mengetahui risiko kesehatan lebih awal, kita bisa lebih siap menjaga kesehatan dan mencegah penyakit sebelum menjadi lebih serius,” tuturnya. (jw/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:





Tinggalkan Balasan