Fakfak – Staf Khusus Bupati Fakfak Bidang Perekonomian, Charles Kambu, mengungkap keterlibatan langsungnya sejak awal proses pembangunan Pasar Rakyat Thumburuni, dalam momen relokasi pedagang dari Pasar Kelapa Dua dan Pasar Tanjung Wagom, Kamis (23/7/2025).

“Orang mungkin bertanya, kenapa saya masih berdiri di sini padahal sudah pensiun lima tahun lalu. Saya berdiri di sini karena saya ikut membangun pasar ini dari titik nol,” ujar Charles saat memberikan sambutan di hadapan para pedagang dan perwakilan masyarakat adat.

Menurut Charles, pembangunan pasar ini merupakan hasil perjuangan panjang yang dimulai dari perencanaan awal, pembebasan lahan, hingga pekerjaan fisik seperti penimbunan dan perataan tanah yang melibatkan banyak pihak, termasuk kontribusi warga seperti Frans, yang disebutnya turut menyumbang dana hingga lebih dari Rp1 miliar.

“Pasar ini bukan proyek biasa. Ini adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), dan Fakfak mendapatkannya karena kerja keras pemerintah daerah dan perhatian pemerintah pusat,” kata Charles.

Ia menegaskan, keberadaan pasar yang tertata rapi akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor.

“Besok kalau ada investor datang untuk bangun pabrik pupuk atau usaha lainnya, mereka akan lihat dulu: apakah Fakfak punya pasar yang layak? Kalau pasar kita hebat, investasi akan masuk,” ujarnya.

Selain itu, Charles juga mengumumkan bahwa pada bulan depan, proyek pembangunan jalan Fakfak–Siboru akan memasuki tahap lelang dengan nilai awal Rp35 miliar untuk empat kilometer pertama dari titik nol di Torea. Proyek ini akan membuka akses lebih luas menuju pusat perdagangan dan investasi di Fakfak.

Dalam relokasi kali ini, Charles turut memastikan penghormatan terhadap pemilik hak ulayat. Sebanyak 40 meja di pasar baru diberikan secara khusus kepada dua marga adat utama, yaitu Namudat dan Patiran, masing-masing 20 meja. Ditambah 20 los batu yang dibagi merata untuk keduanya.

“Mereka adalah pemilik tanah ini. Kita harus memberikan penghargaan dengan menempatkan mereka di posisi depan,” tegas Charles.

Sisa meja dan los akan dibagikan secara adil melalui sistem undian, guna mencegah prasangka atau dugaan praktik tidak transparan. “Supaya tidak ada yang bertanya-tanya soal kedekatan atau kepentingan pribadi, maka mekanismenya harus terbuka dan adil,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa beberapa urusan khusus yang menyangkut keluarga besar adat akan dibahas secara terpisah bersama perwakilan keluarga dan disampaikan langsung ke Bupati.

“Kita bersyukur karena Tuhan berkati daerah ini dengan pasar baru. Tapi mari kita jaga keamanan dan ketertiban agar Fakfak tetap kondusif dan terus dipercaya mendapatkan proyek nasional lainnya,” pungkas Charles. (st/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: