Fakfak – Tarian Tumor merupakan jenis tarian yang telah diwarisi turun temurun pada Masyarakat Fakfak mewarnai Jambore Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) Gereja Protestan Indonesia (GPI) Klasis Hiren Kokah tahun 2024 yang berlangsung di GPI Howotap Haraga Kayauni 24-27 Juni 2024 lalu.

Dikutip dari dinding akun Facebook Ronald Helweldery, yang membagikan postingan akun facebook Meligmas, yang menampilkan sebuah video Tarian Tumor, tarian asli adat Suku Mbaham Matta yang dipersembahkan oleh semua gabungan peserta Jambore PAR hari ke-9 Jemaat Klasis GPI Papua Klasis Hiren Kokah.

Jambore PAR Klasis Hiren Kokah tahun 2024 ini diikuti oleh perwakilan anak dan remaja dari sembilan jemaat yang ada di Klasis Hiren Kokah, menjadikannya momen berharga bagi generasi muda gereja untuk berkumpul dan memperkuat iman mereka.

“Tuhan Yesus berkatilah anak dan remaja kami dalam pertumbuhan hidup Iman dan sosial sesehari mereka,” ujar Pdt Ronald Heleweldery di dinding akun fecebooknya Ronald Helweldery dua hari lalu.

Pdt Ronald Helweldery juga mendoakan agar Tuhan Yesus berkatilah para pengurus kompel anak remaja Klasis dan pengurus anak remaja jemaat serta segenap guru sekolah minggu.

“Semangatlah setiap keluarga dan orang tua untuk memberikan perhatian dan dukungan penuh bagi pendidikan, pembinaan dan pemberdayaan anak dan remaja gereja di setiap jemaat dan lingkungan,” pinta Pdt Ronald Helweldery.

Sekretaris Klasis GPI Hiren Kokah sekaligus Ketua Panitia Jambore PAR Klasis GPI Papua Hiren Kokah Tahun 2024, Pdt. Maryo Clief, M.Th., menyampaikan, jambore ini merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan di klasis ini.

“Tujuan utama dari pelaksanaan jambore ini adalah untuk membangun iman anak-anak dalam Tuhan, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk saling mengenal jemaat lain di Klasis Hiren Kokah,” ujar Pdt Maryo dikutip dari RRI Fakfak.

Selain itu, jambore ini juga diadakan untuk mengisi masa liburan anak-anak dengan kegiatan yang bermanfaat dan membangun.

“Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat iman anak-anak dalam Tuhan dan memberikan mereka kesempatan untuk saling mengenal antar jemaat di Klasis Hiren Kokah. Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak dapat mengisi waktu liburan mereka dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat,” ujar Pdt. Maryo Clief.

Pdt. Maryo Clief juga menekankan pentingnya kegiatan ini dalam membentuk karakter anak-anak dan remaja agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang kuat dalam iman dan memiliki hubungan yang baik dengan sesama.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang bagi anak-anak untuk belajar, bermain, dan mengembangkan diri dalam lingkungan yang positif dan mendukung,” tambahnya.

Acara jambore ini diisi dengan berbagai sesi pembinaan, diskusi kelompok, serta aktivitas luar ruangan yang menyenangkan. Panitia berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi seluruh peserta.

Dengan berakhirnya jambore pada tanggal 27 Juni, diharapkan semua peserta kembali ke jemaat masing-masing dengan membawa semangat baru dan kenangan indah yang akan selalu diingat.

Kegiatan ini telah membuktikan bahwa melalui kebersamaan dan kegiatan positif, anak-anak dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, beriman, dan berkarakter. (pr)