Flores Timur – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Rosalina Barek Sogen di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (24/3/2025).

Ibunda Rosalina, Valentina Weli Hewen, tak kuasa menahan tangisnya di dalam kamar. Kedua tangannya menutup wajah yang dipenuhi air mata, sementara dua perempuan terus mendekapnya, mencoba memberikan ketabahan.

Dua tenda berdiri di depan rumah, menaungi para pelayat yang datang silih berganti untuk menyampaikan belasungkawa atas kepergian Rosalina, seorang guru yang tewas akibat serangan keji yang diduga dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Bagi mereka yang belum mengenalnya, Rosalina mungkin terlihat pendiam. Namun, bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya, ia adalah sosok yang humoris, penuh perhatian, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi.

“Dia memiliki pendirian yang kuat dan selalu ingin membantu orang lain,” ungkap sepupunya, Nelson Sogen. Rosalina sering menyisihkan tabungannya untuk membeli makanan dan membagikannya kepada anak-anak di sekitar rumah. Ia juga memanfaatkan waktu luangnya untuk memberikan bimbingan belajar bagi keponakan-keponakannya.

Rosalina mengabdikan dirinya sebagai guru di daerah terpencil Yahukimo, Papua Pegunungan, sejak tahun 2022. Ia berencana mengajar di sana selama empat tahun sebelum akhirnya kembali ke kampung halaman. Namun, takdir berkata lain.

Pada Jumat (21/3/2025) sore, Rosalina menjadi korban serangan brutal yang diduga dilakukan oleh kelompok OPM. Ia menderita empat luka akibat tebasan senjata tajam yang merenggut nyawanya.

“Dia meninggal akibat luka-luka senjata tajam,” kata Korneli Bopo Hewen, salah satu anggota keluarganya. Jenazah Rosalina dijadwalkan tiba di Kupang pada Rabu (26/3/2025) sebelum diterbangkan ke Flores Timur.

Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kehilangan seorang putri daerah yang berdedikasi bagi pendidikan di pelosok negeri.

Pemerintah Yahukimo memastikan akan menanggung seluruh biaya rumah sakit serta pemulangan jenazah Rosalina ke kampung halamannya.

“Kami juga sedang berupaya memastikan agar segala hak almarhumah dapat dipenuhi,” ujarnya.

Kepergian Rosalina meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman, dan murid-muridnya. Namun, semangat pengabdiannya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa akan selalu dikenang. (dtk/pr)