Kaimana – Proses pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di wilayah Kaimana, Papua Barat, terus bergulir.
Tim Pembentukan DOB Kabupaten Teluk Arguni dan Teluk Etna saat ini sedang mempersiapkan dokumen administratif untuk diajukan ke pemerintah provinsi dan pusat.
Dokumen ini sebelumnya telah disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaimana, namun kini diperbarui agar lebih sesuai dengan kebutuhan terkini.
Ketua Tim Pembentukan DOB, Arifin Sirfefa, menjelaskan, dokumen pemekaran telah dibuka kembali untuk dilakukan perbaikan dan penyesuaian.
“Kami meninjau ulang dokumen ini untuk memastikan semua data relevan dengan kondisi saat ini,” ujarnya saat berbincang dengan media di depan Kantor Bupati Kaimana, Selasa (25/03/2025).
Sirfefa juga menyampaikan, Bupati Kaimana, Hasan Achmad, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.
“Kami telah berkoordinasi dengan Bupati, dan beliau sangat mendorong percepatan pembentukan DOB ini,” tambahnya.
Tim saat ini sedang mempersiapkan Surat Keputusan (SK) dari Bupati Kaimana untuk diajukan ke Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Selain itu, rencananya akan dilakukan audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kaimana, DPR Papua Barat, serta Majelis Rakyat Papua (MRP).
“Dokumen untuk Kabupaten Teluk Arguni sudah hampir selesai, sedangkan Teluk Etna masih dalam penyempurnaan,” jelas Sirfefa.
Ia menekankan, pemekaran ini merupakan aspirasi masyarakat setempat yang didasarkan pada pertimbangan geografis dan ekonomi.
Frans Amerbay, Ketua Steering Committee Percepatan Pemekaran DOB, memaparkan rencana penentuan ibu kota untuk kedua wilayah tersebut.
Untuk Kabupaten Teluk Arguni akan berpusat di daerah tengah, kemungkinan di Jawer atau Rafa.
Sedangkan, untuk Kabupaten Teluk Etna-Yamor masih dalam kajian, dengan opsi utama di sekitar Kampung Bamana atau Afona.
“Lokasi pelabuhan menjadi pertimbangan utama karena memiliki dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi,” jelas Amerbay.
Ia juga menyebutkan bahwa Yamor memiliki potensi sebagai kawasan pertanian sekaligus pusat pemerintahan baru.
Pemekaran ini diharapkan dapat mendorong pembangunan yang lebih merata di Kaimana dan sekitarnya.
“Dengan adanya DOB baru ini, akses pembangunan akan lebih terbuka, dan pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat,” ujar Amerbay.
Pemekaran ini juga bisa menjadi momentum bagi Kaimana untuk menguatkan posisinya sebagai wilayah strategis, baik sebagai calon ibu kota provinsi baru maupun sebagai pusat ekonomi di Papua Barat Daya Tengah.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, pembentukan DOB Teluk Arguni dan Teluk Etna diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat dan wilayah Papua Barat secara keseluruhan. (tm/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:















Tinggalkan Balasan