Dobo – Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, secara resmi membuka Festival Kora-Kora di Pantai Batu Kora, Desa Wangel, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Jumat (9/2/2024).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Sanggar Seni Cendrawasih Grup di bawah pimpinan Albert Layaba.

Pembukaan festival turut dihadiri Wakil Bupati Mohamad Djumpa, Ketua DPRD Aru Feny Selvina Loy, Ketua KPUD Halati Mangar, sejumlah anggota DPRD, pimpinan Forkopimda, OPD lingkup Pemkab Aru, tua-tua adat Ursia-Urlima, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Sanggar Seni Cendrawasih, Albert Layaba, menjelaskan bahwa Festival Kora-Kora merupakan tradisi budaya masyarakat Ursia-Urlima yang mencakup Kecamatan Aru Selatan, Tengah, dan Utara.

Namun, karena sebagian wilayah kini tidak lagi menggunakan perahu tradisional Belang, maka hanya Kecamatan Aru Selatan melalui Desa Feruni-Kalar yang mengikuti festival, mewakili tujuh mata Belang: Salay, Inawan, Jerfui, Laikaran, Gal-Gal, Palpui, dan Liseran.

“Festival ini seharusnya diikuti oleh seluruh wilayah Ursia-Urlima. Namun, setelah koordinasi, hanya Aru Selatan yang masih mempertahankan tradisi Belang, sementara wilayah lain sudah beralih ke perahu bermesin,” ujar Layaba.

Bupati Kaidel dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Feruni dan Kalar-Kalar atas komitmen mereka dalam melestarikan warisan leluhur. Ia menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga bagian dari strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan, mendukung ekonomi lokal, dan menjaga lingkungan,” kata Kaidel.

Ia berharap Festival Kora-Kora dapat terus dikembangkan dan menjadi kebanggaan masyarakat Aru serta menarik perhatian wisatawan dan tamu dari luar daerah. (cr-05/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: