Fakfak — Wakil Bupati Fakfak, Drs. Donatus Nimbitkendik, M.T., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Lomba Desain Batik Khas Fakfak yang digelar oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Fakfak, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Fakfak ke-125 Tahun 2025.

Dalam sambutannya pada malam penyerahan sertifikat peserta lomba, Donatus mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Ia menilai, lomba desain batik ini bukan hanya ajang kompetisi, melainkan wadah penting untuk menggali, mengembangkan, dan melestarikan warisan budaya lokal.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Fakfak, saya menyampaikan apresiasi dan menyambut baik pelaksanaan lomba desain batik khas Fakfak ini. Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa seni serta melahirkan pembatik-pembatik muda yang mampu mendorong pertumbuhan industri kreatif melalui UKM di daerah ini,” ujar Wakil Bupati Fakfak.

Lebih lanjut, Donatus menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat identitas budaya lokal, sekaligus memperkenalkan kekayaan motif batik Fakfak ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Lomba ini memiliki makna penting, bukan hanya untuk melestarikan seni batik, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai luhur dan filosofi khas daerah kita kepada generasi muda dan masyarakat luas. Kita tidak hanya harus bangga memiliki batik khas Fakfak, tetapi juga bangga memakai dan memahami makna yang terkandung di dalamnya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Donatus menyinggung sejarah panjang batik khas Fakfak yang telah ada sejak lama, namun belum mendapat perhatian memadai.

Ia berharap, melalui peran aktif Dekranasda dan dukungan pemerintah daerah, para pengrajin batik lokal dapat lebih berkembang dan mandiri.

“Sebenarnya pengrajin batik di Fakfak sudah ada sejak dulu, hanya saja belum mendapat dukungan sponsor atau ‘bapak angkat’. Usaha ini memerlukan peralatan, bahan, dan pendanaan yang memadai. Pemerintah akan memperhatikan hal ini, apalagi ada komitmen kuat dari Ibu Ketua Dekranasda untuk kembali mengangkat batik khas Fakfak sebagai identitas daerah,” jelasnya.

Wakil Bupati juga mengingatkan, Kabupaten Fakfak memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Batik Buah Pala, yang menjadi simbol kebanggaan daerah.

Ia menilai sudah saatnya regulasi tersebut dihidupkan kembali sebagai bentuk komitmen pelestarian budaya.

“Perda Batik Buah Pala merupakan wujud identitas dan kebanggaan masyarakat Fakfak. Kita perlu menghidupkannya kembali agar generasi muda tidak kehilangan akar budayanya,” kata Donatus.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati Fakfak menyampaikan terima kasih kepada Ketua Dekranasda Kabupaten Fakfak, Ny. Nurwidayati Samaun Dahlan, para panitia, juri, sponsor, media, serta seluruh peserta lomba yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang sebagai upaya nyata dalam melestarikan budaya daerah dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap karya lokal Fakfak,” tandasnya.

Lomba Desain Batik Khas Fakfak diharapkan menjadi titik awal kebangkitan kembali industri batik daerah yang sarat nilai sejarah dan filosofi, sekaligus mempertegas Fakfak sebagai daerah dengan kekayaan budaya yang unik dan berkarakter.

Reporter/Editor: Salmon Teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: