Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak terus berupaya mempercepat pembangunan dan penyerapan anggaran tahun 2025. Meski baru efektif berjalan selama tiga bulan, realisasi anggaran hingga Juni 2025 telah mencapai 16 persen.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Fakfak, Donatus Nimbitkendik, kepada wartawan usai menghadiri acara Pengendalian Pelaksanaan Pembangunan dan Klinik Percepatan Penyusunan RKPD-P 2025 di Gedung Winder Tuare, Selasa (10/6/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Fakfak.

“Kami baru tiga bulan efektif menjalankan pemerintahan, tapi penyerapan anggaran sudah mencapai 16 persen. Angka ini masih didominasi belanja rutin dan sebagian belanja operasi, sementara belanja modal masih dalam proses pengadaan barang dan jasa,” ujar Nimbitkendik.

Ia menjelaskan, proses penetapan APBD 2025 sempat mengalami keterlambatan karena baru disahkan pada Maret 2025. Idealnya, sidang anggaran induk seharusnya dilaksanakan pada Oktober atau November tahun sebelumnya, sehingga implementasi bisa dimulai tepat pada Januari.

“Kami baru benar-benar beroperasi penuh pada Mei 2025 setelah pelantikan, karena sebelumnya harus menyelesaikan evaluasi dan pelaporan ke provinsi,” tambahnya.

Untuk memastikan percepatan pembangunan, Wakil Bupati berkoordinasi dengan Kepala Bappeda dan Inspektorat guna mengevaluasi program yang telah berjalan. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar penyusunan perubahan APBD 2025.

“Kami melakukan rapat pengendalian untuk memastikan realisasi anggaran sesuai target. Jika tidak, kami tidak bisa mengajukan sidang perubahan APBD,” tegasnya.

Reporter/Editor: Salmon Teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: