Saumlaki – Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, secara resmi membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Tanimbar Utara.

Acara yang berlangsung di Gedung Temarlolan Larat pada Jumat, 21 Maret 2025, ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.

Kegiatan GPM ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, terutama menjelang momen penting seperti Idul Fitri dan Paskah 2025.

Wakil Bupati Juliana Ratuanak dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini, yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Ratuanak menjelaskan beras, sebagai salah satu komoditas pangan pokok, memiliki kontribusi signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga.

Data SUSENAS BPS 2024 menunjukkan bahwa beras menyumbang 5,2% dari total pengeluaran rumah tangga, bahkan mencapai 25,87% untuk rumah tangga berpendapatan rendah. Selain itu, beras juga berkontribusi sebesar 3,33% terhadap inflasi pada tahun 2024.

“Kenaikan harga beras secara makro akan berdampak pada inflasi dan tingkat kemiskinan. Secara mikro, hal ini akan memengaruhi pengeluaran keluarga dan ketahanan pangan rumah tangga,” ungkap Ratuanak.

Wakil Bupati juga menyoroti tantangan distribusi pangan yang masih menjadi kendala utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain rantai distribusi yang tidak efisien, ketidakcukupan pasokan di wilayah defisit pangan, variasi waktu panen, serta prasarana dan sarana transportasi yang kurang memadai.

Ratuanak menegaskan pemerintah, baik pusat maupun daerah, memiliki kewajiban untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden RI, Bapak Prabowo, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bidang pangan pada 12 Maret 2025.

“Presiden menginstruksikan agar pemerintah pusat dan daerah wajib menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok, khususnya menjelang Lebaran 2025, melalui operasi pasar, gerakan pangan murah, dan bantuan pangan lainnya,” jelas Ratuanak.

Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan yang aman bagi seluruh masyarakat merupakan amanah konstitusi, sebagaimana diatur dalam UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak asasi setiap warga negara.

Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dengan kondisi geografisnya yang berupa kepulauan, menghadapi tantangan besar dalam hal distribusi pangan.

Akses transportasi yang sulit turut memengaruhi keterjangkauan pangan yang murah dan mudah. Ratuanak menekankan bahwa diperlukan strategi khusus untuk memastikan ketersediaan pangan secara berkesinambungan.

“Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk petani, peternak, Gapoktan, dan pelaku usaha lainnya, agar mereka juga dapat memperoleh manfaat dari kegiatan ini,” ujar Ratuanak.

Wakil Bupati Ratuanak juga berharap agar komoditas pangan pokok yang dijual dalam kegiatan GPM dapat memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri dan Paskah 2025. Selain itu, publikasi dan informasi yang tepat sasaran diperlukan agar kegiatan ini dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kehadiran Wakil Bupati Juliana Ratuanak di Kecamatan Tanimbar Utara disambut dengan pengalungan syal tenun dan doa adat dari tua-tua adat Desa Ritabel dan Desa Ridool.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ketua Komisi 2 DPRD, perwakilan Forkopimda, pimpinan OPD, serta camat dan kepala desa setempat.

Sebelum menutup sambutannya, Ratuanak menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Tanimbar serta semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan GPM.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mempermudah akses terhadap bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.

“Kegiatan ini harus diakses oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai upaya pemerintah untuk mempermudah masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau, demi stabilitas harga dan pengendalian inflasi,” harap Ratuanak.

Dengan dilaksanakannya Gerakan Pangan Murah ini, diharapkan stabilitas pasokan dan harga pangan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dapat terjaga, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan yang akan datang. (bn/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: