Saumlaki – Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Chatarina, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk membangun mentalitas kepemimpinan yang tangguh, fokus, dan berintegritas, layaknya sosok rajawali.
Ajakan itu disampaikannya saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Kepulauan Tanimbar, Senin (28/7/2025).
Dalam arahannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh dinas dan perangkat daerah dalam mendukung suksesnya kunjungan Gubernur Maluku ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Ia menilai, banyak terobosan yang telah dilakukan oleh OPD, salah satunya sistem koperasi terintegrasi yang mencakup layanan sembako, klinik, apotek, penjualan minyak tanah, gudang, hingga rencana integrasi tempat pelelangan ikan.
“Dari ribuan desa di Maluku, Gubernur menyampaikan hanya di Tanimbar terlihat integrasi sistem koperasi semacam ini. Ini prestasi besar yang patut diapresiasi,” ujarnya disambut tepuk tangan para peserta apel.
Wakil Bupati juga menekankan pentingnya evaluasi kinerja OPD di setiap tingkatan, baik di dinas, bidang, hingga unit-unit kerja lainnya.
Evaluasi itu wajib dilakukan sebelum tanggal 10 Agustus 2025 agar semua laporan dapat terinput dan ditindaklanjuti dengan tepat.
Ia menyoroti masih lemahnya hasil pembelajaran siswa di lapangan sebagai contoh nyata yang mencerminkan lemahnya fungsi pengawasan dan tanggung jawab di sektor pendidikan.
“Saya temukan siswa SMP kelas tiga yang masih kesulitan membaca huruf besar dan belum menguasai perkalian dasar. Ini memprihatinkan dan mencerminkan adanya kelalaian sistematis,” tegasnya.
Hal serupa juga ditekankan untuk sektor kesehatan. Wakil Bupati mengingatkan seluruh pejabat teknis dan kepala dinas agar tidak lalai dalam menangani kasus kematian ibu dan bayi.
“Kami melakukan audit bukan hanya soal keuangan, tapi audit terhadap jiwa manusia. Kematian ibu dan bayi harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Terkait rencana kerja, Wakil Bupati meminta Bappeda untuk segera menyelesaikan dokumen RPJMD dan memastikan dokumen tersebut sudah diserahkan kepada seluruh anggota DPRD guna dijadwalkan pembahasan bersama.
Dalam pidatonya, Wakil Bupati juga menyinggung keterlambatan pembayaran TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) selama tiga bulan terakhir yang dikeluhkan sejumlah pejabat dan ASN.
Ia meminta hal ini segera ditindaklanjuti agar tidak mengganggu semangat kerja pegawai.
Mengakhiri arahannya, dr. Juliana Chatarina mengangkat filosofi “Kepemimpinan Rajawali” sebagai semangat yang harus diteladani para ASN. Rajawali, menurutnya, adalah simbol pemimpin yang berani menembus badai, tidak tergoda oleh distraksi, dan setia pada komitmennya.
“Rajawali terbang di atas badai, fokus pada satu target, tidak makan bangkai, dan setia pada pasangannya. Sebaliknya, ayam cenderung mencari perlindungan saat hujan dan mudah teralihkan,” paparnya dengan analogi tajam.
Ia menekankan bahwa perubahan besar bukan selalu bergantung pada anggaran, tetapi pada kerja keras, ide, dan ketekunan.
“Jangan menunggu ada uang baru bekerja. Justru kerja keras yang mendatangkan uang. Banyak peluang dana pusat bisa kita kejar jika ada inisiatif, seperti SPM, inovasi daerah, hingga MCSP,” pungkasnya.
Apel pagi tersebut dihadiri oleh Penjabat Sekda, staf ahli bupati, para asisten, pimpinan OPD, pejabat struktural, dan ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. (red)

















Tinggalkan Balasan