Fakfak — Warga Kampung Antalisa, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, melakukan aksi pemalangan terhadap sebuah proyek pembangunan yang hingga kini belum diselesaikan.
Aksi tersebut dilakukan setelah pekerjaan proyek dilaporkan terhenti selama kurang lebih dua bulan tanpa kejelasan.

Masyarakat setempat menyampaikan bahwa penghentian pekerjaan proyek dipicu oleh persoalan pembayaran yang belum diselesaikan oleh pihak pelaksana.
Kondisi itu membuat aktivitas pembangunan di lokasi proyek berhenti total dan memicu kekecewaan warga.
“Kami masyarakat Kampung Antalisa mengharapkan pihak yang pegang proyek ini segera turun ke kampung agar cepat menyelesaikan masalah pembayaran, karena sudah dua bulan pekerjaan tidak berjalan,” tulis salah satu warga dalam unggahan di media sosial.
Foto-foto yang beredar menunjukkan kondisi bangunan proyek yang belum rampung. Sejumlah material konstruksi terlihat terbengkalai di lokasi, sementara rangka bangunan masih berdiri tanpa kelanjutan pekerjaan.
Warga berharap pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait segera turun langsung ke Kampung Antalisa untuk mencari solusi atas persoalan tersebut, sehingga pembangunan yang terhenti dapat kembali dilanjutkan dan tidak merugikan masyarakat.
















Tinggalkan Balasan