Fakfak — Sejumlah warga di Distrik Karas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, masih hidup dalam kondisi permukiman yang memprihatinkan.
Deretan rumah kayu yang berdiri di atas tanah berlumpur dan area pesisir tampak rapuh, sebagian lantainya mulai lapuk, atap bocor, dan akses jalan setapak hanya berupa papan-papan kayu sempit yang rawan patah.

Berdasarkan pantauan dari foto yang beredar, permukiman warga berada di lingkungan yang minim infrastruktur dasar.
Di beberapa titik, tampak genangan air dan lumpur mengitari kolong rumah panggung. Kondisi ini memperlihatkan sulitnya mobilitas warga, khususnya saat hujan atau air pasang.
Salah satu warga, Adriana Flora Mofu, melalui unggahan di media sosial pada grup Info Kejadian Kota Fakfak, menyuarakan harapan agar pemerintah memberi perhatian nyata bagi masyarakat setempat.
“Dari tahun 90-an zaman PT Prabu Alaska sampai 2026 torang tinggal begini saja di RT 3 Mangemange, Distrik Karas. Bantuan datang kam tra mau lihat orang Papua di sini kasihan sampai kapan kam bikin tong begini dan peduli,” tulis Adriana, dikutip Rabu (14/1/2026).
Adriana menuturkan, kondisi rumah warga sudah berlangsung lama, namun belum ada perubahan yang berarti.
Ia menyebut masyarakat masih bertahan di hunian kayu yang tidak lagi layak, dengan sebagian bangunan terlihat miring dan rapat-rapat kayu yang mulai terbuka.
Di bagian dalam rumah, suasana juga tidak kalah memprihatinkan. Pencahayaan terbatas, beberapa bagian atap tampak berlubang sehingga sinar matahari masuk melalui celah-celah seng.

Perabot rumah tangga sederhana tampak ditata seadanya, memperlihatkan keterbatasan ruang dan kondisi bangunan yang telah dimakan usia.
Selain rumah, persoalan lain adalah akses antarbangunan. Pada salah satu foto, terlihat jalan penghubung hanya berupa papan panjang yang disusun sempit di tengah area berlumpur.
Di sisi kiri dan kanan, bangunan warga berjajar tanpa drainase yang memadai.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko keselamatan, terutama bagi anak-anak dan lansia yang melintas setiap hari.
Apalagi, papan-papan yang digunakan sebagai jembatan tampak sudah kusam dan tidak kokoh.
Warga berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat segera turun langsung meninjau lokasi dan menyiapkan program penataan permukiman, perbaikan rumah tidak layak huni, serta pembangunan fasilitas dasar seperti akses jalan lingkungan, sanitasi, dan drainase.
“Kami hanya ingin hidup lebih layak. Jangan biarkan kami terus begini,” ungkap Adriana dalam unggahannya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pemerintah distrik maupun Pemerintah Kabupaten Fakfak terkait kondisi permukiman warga di RT 3 Mangemange, Distrik Karas, serta tindak lanjut penanganannya. (st/pr)





Tinggalkan Balasan