Kian Darat – Sejumlah warga Kecamatan Kian Darat, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, mengeluhkan pelayanan Puskesmas Kian Darat yang dinilai lambat dalam memberikan pertolongan pertama kepada pasien.
Keluhan itu mencuat setelah seorang warga bernama Jafar Rumuar (47), asal Desa Administratif Artafella, meninggal dunia usai terlambat mendapatkan penanganan medis, Minggu (3/8/2025).
Tarwia Siladja, keluarga pasien, menuturkan bahwa ia membawa pamannya ke Puskesmas Kian Darat sekitar pukul 15.38 WIT dengan harapan segera mendapat pertolongan medis.
Namun, menurutnya, hingga beberapa jam kemudian, pasien yang mengalami sesak napas akibat asma belum juga mendapat penanganan memadai.
“Setiba di puskesmas pukul 15.53 WIT, petugas belum menindaklanjuti kondisi paman saya. Baru sekitar pukul 22.40 WIT, salah seorang petugas meminta keluarga untuk mencari tabung oksigen di Puskesmas Siritaun, yang jaraknya sekitar 4 kilometer. Saat itu kondisi paman saya semakin kritis hingga akhirnya tidak tertolong,” kata Tarwia.
Ungkapan kekecewaan juga disampaikan salah satu anak korban berinisial IW melalui media sosial. Ia menilai pelayanan puskesmas sangat buruk dan bahkan menyebutnya sebagai bentuk kelalaian serius.
“Puskesmas Kian Darat, yang seharusnya menjadi simbol kesehatan masyarakat, justru berubah menjadi ancaman. Pelayanan yang lambat mengakibatkan korban jiwa. Ini bukan sekadar kegagalan sistem, tapi bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan,” tulisnya.
Warga berharap pihak Puskesmas Kian Darat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan dan kinerja tenaga kesehatan.
Mereka menegaskan bahwa puskesmas sebagai garda terdepan layanan kesehatan masyarakat harus mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat agar peristiwa serupa tidak terulang. (ag/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:












Tinggalkan Balasan