Fakfak – Papua Barat mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada akhir 2024, mencapai 20,80 persen, jauh melampaui target nasional sebesar 8 persen.
Namun, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menyoroti sejumlah tantangan mendasar, seperti tingginya pengangguran, kemiskinan, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih di bawah rata-rata nasional.
“Pertumbuhan ekonomi kita nomor satu, tetapi di sisi lain, angka pengangguran dan kemiskinan masih tinggi. IPM kita juga belum merata, meski beberapa kabupaten sudah mencapai bahkan melampaui standar nasional,” ujar Mandacan dalam acara syukuran dan doa bersama di Gereja GPI Papua Bethel, Kabupaten Fakfak, Rabu (16/7/2025).
Gubernur menekankan, salah satu masalah krusial adalah dominasi tenaga kerja dari luar Papua Barat.
“Mayoritas pekerja saat ini berasal dari luar daerah. Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah provinsi dan kabupaten untuk mempersiapkan SDM lokal,” tegasnya.
Untuk mengatasi hal itu, pemerintah berencana memperkuat pendidikan vokasi dan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). Tujuannya, agar masyarakat lokal dapat bersaing di pasar kerja dan mengurangi ketergantungan pada tenaga luar.
Mandacan juga menyatakan komitmennya untuk mendorong tujuh kabupaten yang IPM-nya masih di bawah nasional.
“Kita berkolaborasi menuju 2026 dan menyongsong Papua Emas 2041,” ucapnya.
Acara tersebut dihadiri oleh para pejabat terpilih, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Fakfak periode 2025–2030, sebagai bentuk sinergi membangun Papua Barat yang lebih inklusif.
Reporter/Editor: Salmon Teriraun
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:















Tinggalkan Balasan