Fakfak — Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menggagas program donasi sukarela bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak untuk membantu pembangunan rumah ibadah berbagai agama.

Gagasan tersebut disampaikan dalam acara halal bihalal Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama pengurus Peringatan Hari-hari Besar Islam (PHBI), TNI, Polri, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, dan masyarakat Fakfak di Gedung KONI Fakfak, Selasa (24/3/2026).

Dalam sambutannya, Samaun mengatakan gagasan tersebut berangkat dari komitmennya untuk terus memperkuat nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Fakfak yang dikenal dengan filosofi lokal “satu tungku tiga batu”.

“Kita bicara tentang kerukunan umat beragama, tentang toleransi, dan tentang satu tungku tiga batu yang merupakan warisan leluhur yang harus terus kita jaga,” ujar Samaun di hadapan para tamu undangan.

Ia menjelaskan, rencana tersebut berupa donasi sukarela sebesar Rp50.000 per bulan dari setiap ASN di Kabupaten Fakfak. Dengan jumlah ASN sekitar 6.000 orang, potensi dana yang terkumpul diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan untuk membantu pembangunan masjid, gereja, pesantren, maupun kegiatan keagamaan lainnya.

“Kalau setiap pegawai ikhlas menyumbang Rp50.000 saja, jumlahnya bisa mencapai sekitar Rp300 juta per bulan. Dana ini nantinya dapat membantu pembangunan masjid, gereja, pesantren, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya,” kata Samaun.

Menurutnya, pengelolaan dana akan dilakukan secara transparan melalui lembaga keagamaan masing-masing. Untuk umat Islam, dana dapat dikelola melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), sementara untuk umat Kristen dan Katolik akan diatur bersama lembaga keagamaan terkait, serta dikoordinasikan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Meski demikian, Samaun menegaskan program tersebut masih akan dibahas lebih lanjut agar tidak menimbulkan persoalan administratif maupun hukum.

Ia meminta Sekretaris Daerah membentuk tim untuk mengkaji mekanisme pelaksanaan, termasuk berkonsultasi dengan kementerian terkait, aparat penegak hukum, serta DPRK Fakfak.

“Saya minta Pak Sekda membentuk tim untuk membahasnya secara matang dan memastikan semuanya berjalan sesuai aturan. Ini niat yang baik untuk memperkuat semangat kebersamaan dan mewujudkan nilai satu tungku tiga batu dalam kehidupan kita,” ujarnya. (salmon teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: