Fakfak — Pendeta Marthinus Niunofor, STh memimpin ibadah subuh di Gereja Kristen Injili (GKI) Jemaat Imanuel Fakfak, Minggu (12/4/2026).

Ibadah yang berlangsung khidmat diikuti jemaat setempat dalam rangka memasuki Minggu kedua setelah Paskah.

Pendeta Niunofor dalam khotbahnya yang diambil dari Wahyu 1:9–20, mengangkat tema “Wahyu Tuhan Yesus tentang Masa Depan.” Ia menjelaskan, kitab Wahyu merupakan kesaksian Rasul Yohanes ketika berada dalam pembuangan di Pulau Patmos karena imannya kepada Yesus Kristus.

“Rasul Yohanes tetap setia memberitakan Injil meskipun mengalami penganiayaan. Dalam penglihatannya, ia melihat kemuliaan Yesus Kristus yang bangkit dan berkuasa atas kehidupan manusia,” ujar Niunofor di hadapan jemaat.

Menurutnya, pesan utama dari penglihatan Yohanes adalah penguatan iman bagi orang percaya agar tidak gentar menghadapi penderitaan.

Ia mengingatkan pada masa kekaisaran Romawi, banyak orang Kristen mengalami penganiayaan karena menolak menyembah kaisar dan tetap setia kepada Kristus.

“Melalui penglihatan itu, Yohanes mengingatkan jemaat bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup dan berkuasa atas maut. Karena itu, orang percaya tidak boleh takut, tetapi tetap teguh dalam iman,” katanya.

Niunofor juga mengajak jemaat untuk menjadikan ibadah sebagai kebutuhan rohani dan menjaga kehidupan yang benar di hadapan Tuhan.

“Masa depan bukan milik manusia, tetapi milik Kristus. Karena itu, kita harus hidup dalam iman, menjauhi dosa, dan tetap setia kepada Tuhan dalam segala keadaan,” tuturnya. (salmon teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: